Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, menyampaikan apresiasi kepada seluruh Lazismu Wilayah atas kontribusi dan kinerja mereka dalam penghimpunan serta pendistribusian dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZISKA). Dengan capaian yang terus meningkat, Hilman optimistis Lazismu mampu menembus angka penghimpunan dana Rp1 triliun dalam waktu dekat.
“Tidak mudah bagi Lazismu sebagai lembaga amil zakat nasional yang diatur Undang-undang Nomor 23 Tahun 2011 untuk bisa berkembang sejauh ini,” ungkapnya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lazismu 2026 bertema Penguatan Inovasi Sosial yang Terintegrasi, Berdampak, dan Berkelanjutan, Jumat (7/11/2025) malam.
Hilman menilai, peningkatan kinerja Lazismu selama beberapa tahun terakhir menunjukkan komitmen kuat terhadap keberlanjutan dan tata kelola kelembagaan yang baik. Ia menuturkan, capaian Lazismu saat ini merupakan hasil dari kerja kolektif yang konsisten dan profesional.
“Saat saya pimpin, penghimpunan Lazismu sekitar Rp30 miliar. Setelah saya tinggalkan, meningkat menjadi Rp300 miliar. Kini, tiga tahun kemudian, sudah mencapai Rp582 miliar. Ini menunjukkan keberlanjutan dan peningkatan luar biasa,” ujarnya.
Hilman optimistis target Rp1 triliun bukan hal yang mustahil. Ia menegaskan bahwa setiap provinsi perlu memiliki program Kampung Berkemajuan dengan indikator yang jelas, konkret, dan terukur.
“Programnya harus konkret dan berdampak, sehingga kehadiran Lazismu benar-benar menjadi solusi bagi masyarakat,” pesannya.
Lebih lanjut, Hilman mendorong para amil untuk memperkuat literasi sosial dan memahami program Asta Cita, khususnya pada butir ketiga tentang penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pengembangan kewirausahaan, serta butir keenam terkait pembangunan desa sebagai upaya pemerataan ekonomi.
“Program-program Lazismu selaras dengan visi Asta Cita dan berkontribusi langsung pada pencapaian SDGs. Upaya ini menempatkan Lazismu sebagai mitra strategis pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan, Ridhahani Fidzi, selaku tuan rumah Rakernas, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Lazismu Pusat untuk menjadi penyelenggara kegiatan nasional tersebut.
Dari sisi kelembagaan, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, menjelaskan bahwa Rakernas merupakan agenda tahunan Lazismu yang berfungsi sebagai ajang konsolidasi nasional sekaligus penyusunan arah strategis lembaga.
“Lazismu bersyukur termasuk lembaga yang rutin membuat rencana anggaran dan belanja. Ini bukti kepatuhan terhadap tata kelola yang diamanahkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui konsolidasi keuangan,” ujarnya.
Rais menuturkan, agenda utama Rakernas 2026 adalah penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Lazismu Wilayah se-Indonesia untuk mengorkestrasi program penghimpunan dan pendayagunaan nasional periode 2026–2030.
Ia menegaskan bahwa Lazismu kini memasuki fase transisi menuju Muktamar Muhammadiyah 2027, di mana dinamika geopolitik nasional dan global turut memengaruhi arah kebijakan lembaga, terutama dalam penguatan inovasi sosial yang berkelanjutan dan terintegrasi.
“Penguatan inovasi sosial merupakan refleksi dari risalah Islam berkemajuan dengan semangat ijtihad dan tajdid. Dalam kondisi sosial yang terus berubah, kita tidak boleh vakum, melainkan harus menghadirkan terobosan dan solusi,” tegasnya.
Lebih jauh, Rais menjelaskan bahwa Renstra Lazismu tahun depan akan menitikberatkan pada integrasi data dan ekosistem kelembagaan agar setiap program dapat terukur dampaknya. Ia melaporkan, hingga September 2025, Lazismu secara nasional telah menghimpun dana Rp582 miliar atau 92 persen dari target, dan diproyeksikan mencapai Rp668 miliar pada akhir tahun. Sementara penyalurannya mencapai Rp516 miliar, dengan proyeksi akhir tahun Rp620 miliar.
“Semua itu diberikan untuk masyarakat yang membutuhkan dengan nilai manfaat seluas-luasnya agar berdampak berkelanjutan,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut dari amanah Rakernas sebelumnya, Rais menambahkan bahwa Lazismu telah melaksanakan program Kampung Berkemajuan di lima provinsi, dengan perkembangan signifikan di Sragen (Jawa Tengah), Tasikmalaya (Jawa Barat), dan Kulonprogo (DIY). (*/tim)
