Husnul Khatimah Tak Datang Tiba-Tiba, Tapi Harus Direncanakan

Husnul Khatimah Tak Datang Tiba-Tiba, Tapi Harus Direncanakan
*) Oleh : Mohammad Fitriani
Bagian Bina Rohani RSU Muhammadiyah Palangkaraya
www.majelistabligh.id -

Kematian yang indah atau husnul khatimah di sisi Allah adalah hasil latihan panjang (selama masa hidup) dibdunia dalam berbuat amal saleh dan ketulusan hati, bukan kebetulan di ujung usia (akhir hayat) dengan berlandaskan keimanan yang kuat.

Perjalanan kehidupan manusia antara lahir dan kematian, menghasilkan sebuah ungkapan yaitu kenapa Allah menciptakan segala apapun di dunia ini selalu berpasangan – pasangan misalkan ada langit ada bumi, ada malam ada siang, ada sehat dan ada sakit, bahkan ada kehidupan ada juga kematian. Semua itu adalah kebesaran Allah SWT, serta bagaimana kita selaku manusia mengambil hikmah (pelajaran) dari semua yang terjadi itu.

Sebagai manusia yang mempunyai gaya hidup seimbang yang mengintegrasikan zikir (mengingat Allah) dan pikir (berpikir kritis), fokus pada perenungan ciptaan Tuhan, serta penerapan akhlak mulia seperti jujur, sabar, syukur.  Juga memberi manfaat bagi orang lain, dengan tujuan memahami esensi hidup dan beribadah secara maksimal. Mereka adalah orang yang beriman, bertakwa, memiliki kejernihan akal, serta konsisten menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Dalam pencarian keagamaan (spiritual), yang diharapkan sebenarnya adalah husnul khatimah (akhir yang baik) bukan hanya sekadar kematian atau berpisahnya antara jiwa, raga dan roh melainkan puncak dari perjalanan hidup yang konsisten dalam keimanan dan ketakwaan.

Rahasia utamanya terletak pada transformasi setiap aspek kehidupan duniawi yang berlandaskan iman sehingga menjadi ibadah yang bernilai di akhirat, melalui niat ikhlas dan usaha yang maksimal serta konsisten dalam amal yang dilakukan dalam perjalanan kehidupan manusia.

Husnul khatimah adalah tanda bahwa seseorang telah berhasil menjaga imannya secara konsisten dan memelihara hati yang bersih dari kemusyrikan, riya, serta kedengkian hingga akhir hidupnya. Allah Taala berfirman dalam Al Qur’an surah Asy-Syu‘ara ayat 88 – 89: (yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.

Kekayaan harta dan anak tidak akan memberikan manfaat, kecuali bila orang tuanya beriman dan memilih jalan keselamatan di dunia berdasarkan petunjuk Nabi Saw. Sebagaimana firman Allah dalam surah At-Thur ayat 21 : “Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tidak mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.”

Mati Husnul khatimah Butuh Perencanaan sejak Dini

Salah seorang sahabat bertanya kepada Nabi Saw: “Siapakah mukmin yang paling cerdas?” Beliau menjawab: “Orang mukmin yang paling cerdas adalah yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya menghadapi kehidupan setelah mati. Mereka itulah mukmin yang cerdas.” (Ibnu Majah, sahih).

Maknanya, kematian husnul khatimah bisa dipersiapkan dan direncanakan. Setidaknya ada tiga tips menuju kematian yang indah di sisi Allah Taala, yaitu:

1. Mendayagunakan waktu dengan amal saleh mengapa demikian? Karena kematian akan mengikuti kebiasaan hidup seseorang. Sebagaimana Imam Ibnu Katsir dan Imam As-Sa‘di dalam kitab tafsirnya berkata:
“Sungguh, siapa saja yang hidup di atas suatu kebiasaan tertentu, ia pun akan diwafatkan di atas kebiasaan tersebut.” (Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azim, 2/101).

2. Jangan Suka Menunda Amal Kebaikan, sebagaimana perkataan Ibnu Umar Ra. “Jika engkau berada di sore hari, janganlah menunggu pagi hari. Dan jika engkau berada di pagi hari, janganlah menunggu sore hari.” Hadis ini mengandung larangan menunda amal baik, karena kematian datang pasti dan tiba-tiba, serta membutuhkan banyak bekal amal saleh menuju kehidupan akhirat yang kekal.

3. Memperbanyak doa agar diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah. Sebagaimana doa Nabi Yusuf dalam Al-Qur’an: “Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang saleh,” (yusuf :101).

Tinggalkan Balasan

Search