Ikhlas adalah ketika hati hancur, namun lisan tetap berkata, “Aku percaya, ya Allah, meski aku tak mengerti apa pun selain sakit.”
Ada kehilangan yang begitu dalam hingga doa pun hanya mampu jatuh sebagai diam dan Allah tetap menilainya sebagai iman yang jujur.
Allah mengosongkan genggamanmu satu per satu agar kau belajar, tak ada yang benar-benar milikmu selain kebutuhanmu kepada-Nya.
Ikhlas bukan berdamai dengan keadaan, tapi berhenti melawan takdir dan membiarkan Allah menyembuhkanmu dengan cara-Nya sendiri.
Ketika hati tak lagi menuntut keadilan dunia, dan hanya berharap rahmat Allah, di situlah ikhlas mencapai bentuknya yang paling dalam.
Barakallahu fiikum.
