Menghadapi dampak kemarau panjang yang kian meluas dan melanda kehidupan masyarakat di berbagai wilayah Jawa Timur, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menyerukan ikhtiar spiritual bersama.
Melalui Majelis Tabligh (MT) dan Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PWM Jatim, warga Muhammadiyah dan umat Islam secara umum diimbau untuk menggelar Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar memohon keturunan hujan dari Allah Swt.

Seruan ini tidak sekadar menjadi ajakan ritual, melainkan gerakan terstruktur yang melibatkan seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa Timur. Sebagai langkah awal untuk menyatukan barisan dan persepsi, rapat koordinasi virtual digelar pada Selasa malam, 20 Oktober 2026.
Sekretaris Majelis Tabligh PWM Jawa Timur, Munahar, menegaskan bahwa fenomena musim kemarau yang berkepanjangan ini membutuhkan penanganan menyeluruh. Menurutnya, ikhtiar fisik dan bantuan kemanusiaan harus berjalan selaras dengan pendekatan spiritual.
“Mencermati kondisi musim kemarau panjang yang berdampak nyata pada kehidupan masyarakat di Jawa Timur, diperlukan ikhtiar bersama—baik secara lahiriah maupun spiritual. Ini adalah wujud nyata ketakwaan, kepedulian sosial, dan penghambaan kita yang seutuhnya kepada Allah Swt,” ujar Munahar.
Rapat koordinasi virtual yang mengusung tema “Gerakan Shalat Istisqa’ Muhammadiyah Jawa Timur untuk Indonesia” ini diselenggarakan guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan tertib dan khusyuk. Pelaksanaan Salat Istisqa nantinya diharapkan merujuk pada pedoman resmi persyarikatan agar nilai syiar dan edukasi ibadahnya sampai ke tengah masyarakat.
Ada empat pokok pembahasan utama dalam konsolidasi tingkat wilayah tersebut:
Pertama, penyamaan pemahaman mengenai tuntunan serta tata cara pelaksanaan Salat Istisqa sesuai Manhaj Tarjih Muhammadiyah.
Kedua, penyusunan jadwal, pemetaan lokasi, serta teknis pelaksanaan di tingkat kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Ketiga, rapat ini memperkuat sinergi antara Majelis Tabligh dan Majelis Tarjih-Tajdid dalam membina serta menggerakkan jamaah.
Keempat, dirumuskan pula langkah-langkah konkret yang wajib ditindaklanjuti oleh masing-masing pimpinan di daerah agar gerakan spiritual ini dapat berlangsung simultan dan massif.
Musim kemarau yang mengeringkan sumber-sumber air dan lahan pertanian di Jawa Timur dipandang sebagai momentum untuk bermuhasabah. Melalui gerakan Salat Istisqa yang terkoordinasi ini, Muhammadiyah Jawa Timur berharap ketundukan dan doa bersama seluruh jamaah dapat mengetuk pintu rahmat-Nya, sehingga hujan yang membawa berkah dan kesegaran segera turun menyirami bumi Nusantara. || chusnun
