”Learning is a lifelong journey; it is the best provision for eternity”
“(Belajar adalah perjalanan seumur hidup; ia adalah bekal terbaik menuju keabadian)”
Hidup pada hakikatnya adalah belajar tanpa henti, baik melalui kerelaan hati maupun keterpaksaan lingkungan. Proses fundamental ini mengarahkan kita menuju pembentukan diri yang lebih baik dan matang.
Dengan ilmu, hidup menjadi terarah karena dipandu oleh petunjuk kebenaran. Kunci utamanya adalah niat ikhlas karena Allah, yang memastikan ilmu yang dimiliki membawa keselamatan dunia dan akhirat.
Ilmu yang bersemayam pada orang yang bertakwa akan digunakan sebagai maslahat bagi umat. Namun, bila dikuasai oleh mereka yang jauh dari rasa takut akan hari akhir, ia akan berubah menjadi sumber musibah. Allah SWT berfirman,
إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓؤُا۟
Artinya:
“…Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama (orang yang berilmu)...”(Qs. Fathir: 28)
Ayat ini menegaskan bahwa orang yang paling takut kepada Allah adalah mereka yang memiliki ilmu dan memahami kebesaran serta kekuasaan-Nya, bukan sekadar orang awam, melainkan juga para ahli, bahkan hewan jika mereka memiliki rasa takut kepada-Nya.
Dalam hadis, dari Mu’awiyah, beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda,
مَن يُرِدِ اللهُ به خيرًا يُفَقِّهْه في الدينِ
Artinya:
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan jadikan ia faham dalam agama” (HR. Bukhari No. 71 dan Muslim No. 1037)
Hadis ini menegaskan bahwa tanda kebaikan yang Allah inginkan pada seseorang adalah memberinya pemahaman (ilmu) tentang agama Islam.
Marilah kita ikhtiarkan diri untuk menjadi golongan hamba yang terus menuntut ilmu dengan niat benar, sehingga ilmu kita menjadi cahaya kebaikan dan sumber ketakwaan.
Semoga bermanfaat.
