Ilmu, Perintah Ilahi dan Kebutuhan Insani

Ilmu, Perintah Ilahi dan Kebutuhan Insani
*) Oleh : Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
www.majelistabligh.id -

Manusia pada dasarnya suka akan ilmu, karena ilmu memberikan arah hidup, meningkatkan kualitas diri, dan membuka potensi untuk mencapai kesuksesan dan pemahaman yang lebih baik tentang dunia. Manusia memiliki rasa ingin tahu yang alami untuk mencari pengetahuan agar dapat memecahkan masalah, memahami keberadaan, dan mengembangkan diri, serta untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik.

Manusia itu suka ilmu.

Kebutuhan untuk arah. Ilmu pengetahuan memberikan arah dan pemahaman tentang berbagai hal, mulai dari hal-hal duniawi hingga makna kehidupan yang sangat penting bagi manusia.

Dengan ilmu manusia dapat membuat keputusan yang lebih baik, mengembangkan kreativitas, dan meningkatkan ketrampilan yang pada akhirnya membawa pada kualitas hidup yang lebih baik.

Dengan ilmu manusia memiliki kemampuan menyelesaikan masalah. Mencari dan memiliki pengetahuan membantu manusia memecahkan berbagai masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari, baik masalah kecil maupun besar.

Dengan memiliki ilmu, manusia memiliki cara untuk meningkatkan potensi diri, seperti yang dijelaskan dalam Al Qur’an dan hadis, yang mendorong manusia untuk terus belajar.

Dengan ilmu, manusia memiliki pemahaman akan kebenaran. Pengetahuan, baik dari akal maupun wahyu, membantu manusia memahami mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan salah, sehingga menjadi hamba yang lebih baik.

Dampak ilmu dalam kehidupan manusia menjadikan manusia berkemampuan mengubah cara pandang dan perilaku. Ilmu pengetahuan akan mempengaruhi cara seseorang memandang dunia, berpikir, dan bertindak, sehingga orang berilmu akan menunjukkan perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan ilmu manusia mampu meningkatkan status dan derajat. Bahkan Islam menempatkan orang berilmu akan diangkat derajatnya lebih tinggi di mata Allah dan manusia.

Firman Allah,

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا قِيْلَ لَـكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَا فْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَـكُمْ ۚ وَاِ ذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَا نْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ ۙ وَا لَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ ۗ وَا للّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.
(QS Al-Mujadilah: 11)

Orang berilmu mampu membentuk peradaban. Ilmu adalah pondasi yang penting untuk kemajuan peradaban manusia, memungkinkan masyarakat untuk berkembang dan berinovasi.

Dalam Islam, menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, dengan catatan harus dilakukan dengan niat yang ikhlas dan penuh tanggung jawab.

Mencintai dan memiliki ilmu adalah kunci utama mencapai kesuksesan, tidak hanya di dunia, tetapi juga untuk kehidupan akhirat.

Barakallahu fiikum

Tinggalkan Balasan

Search