Ilmu yang Menghidupkan Hati #1

Ilmu yang Menghidupkan Hati #1
*) Oleh : Hanif Asyhar, M. Pd, C.H, C.Ht
Trainer Spiritual Healthy Parenting dan Konsultan Pengembangan Pendidikan.
www.majelistabligh.id -

Hati manusia memiliki kecenderungan untuk mengalami pasang surut. Terkadang ia merasa sangat tenang sekali dan begitu dekat dengan Allah SWT. Namun sering pula ia terasa gersang, mati dan jauh dari petunjuk kebenaran Ilahi.

Hati ibarat pusat kehidupan spiritual. Namun hati dapat menjadi mati, keras atau tambah gelap jika semakin jauh dari ilmu dan dzikrullah . Ilmu yang benar adalah ilmu yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah sehingga dapat menjadi obat yang menghidupkan hati.

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuhnya. Namun, jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, (segumpal daging) itu adalah hati (qolbu).” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Dalam pandangan Islam, hati yang mati bukanlah hati yang berhenti berdetak secara fisik, tetapi hati yang kehilangan kepekaan terhadap iman, kebenaran dan nasihat. Sebagaiman tanah yang gersang itu membutuhkan air untuk kembali subur, maka hati manusia yang gersang itu membutuhkan asupan yang mampu menghidupkannya yakni ilmu.

Imam Al-Qurtubi rahimahullah pernah menyampaikan dalam karya tafsir monumentalnya yakni Tafsir Al-Qurtubi atau dikenal juga dengan nama Al Jami’ Li Ahkam al Qur’an “ Sebagaimana hujan akan menghidupkan tanah yang mati (gersang), demikian pula ilmu-ilmu agama akan menghidupkan hati yang mati “.

Ilmu yang dimaksud bukanlah sekedar tumpukan informasi atau wawasan pengetahuan umum yang tersimpan dalam benak. Lebih dari itu, ilmu yang menghidupkan adalah ilmu yang bersumber dari wahyu Allah SWT ( Al-Qur’an ) dan Sunnah Rasulullah SAW yang dikenal sebagai ilmu syar’i. Ilmu ini memiliki peran sebagai cahaya (nur) yang menerangi jalan kehidupan, memberikan pemahaman yang benar tentang hakikat diri, hakikat dunia dan hakikat ibadah kepada Allah SWT.

Ilmu yang Menghidupkan Hati : Ilmu yang Membawa kepada Allah SWT

Allah SWT berfirman dalam surat Al Fathir ayat 28 :

اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰۤؤُاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ ۝٢٨

Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun. ( QS. Al Fathir : 28 ).

Dari ayat di atas kita belajar, bahwa ilmu sejati adalah yang menumbuhkan rasa takut dan tunduk kepada Allah SWT. Ilmu yang hanya berhenti di akal tidak akan dapat menghidupkan hati, tetapi ilmu yang diamalkan itulah bisa menumbuhkan iman dan amal saleh. Itulah yang membuat hati hidup dan bercahaya.

Mengapa ilmu jenis ini dapat menghidupkan Hati ?

  1. Ilmu Memberikan Pemahaman tentang Hakikat Allah SWT.

Saat seseorang mempelajari ilmu tentang sifat-sifat Allah SWT, kekuasaan-Nya serta kasih sayang-Nya, hatinya akan tergerak untuk mencintai dan merasa takut kepada-Nya. Hati yang awalnya keras, perlahan-lahan akan menjadi lembut dan penuh dengan rasa khusyuk.

  1. Ilmu Menghidupkan Hati dengan Cara Membimbing Manusia Menuju Amal Saleh.

Ilmu tanpa amal itu ibarat pohon yang tak berbuah, tidak memiliki keberkahan. Ilmu yang benar itu dapat mendorong seseorang untuk mengamalkan apa yang diketahuinya, sehingga iman tidak sekadar berada di lisan, melainkan tertanam kokoh dalam perbuatan. Sebaliknya hati akan mati jika ilmu itu hanya menjadi hafalan dan sekedar pengetahuan tanpa pernah dipraktikkan.

  1. Ilmu yang Mengajarkan Tazkiyatun Nufus ( Penyucian Jiwa ).

Ilmu tentang akhlak, keikhlasan, sabar dan syukur dapat menjadikan manusia mampu untuk membersihkan hatinya dari penyakit-penyakit berbahaya seperti sombong, riya, iri, dengki dan cinta dunia berlebihan.

Oleh karena itu ilmu yang hidup adalah ilmu yang dapat membuahkan kerendahan hati, bukan kesombongan. Orang yang berilmu sejati justru semakin sadar betapa kecil dirinya di hadapan ilmu Allah SWT yang Maha luas.

Maka dari itu, mari kita senantiasa menuntut ilmu agama dengan niat yang tulus, bersihkan wadah hati, agar ilmu yang masuk dapat memberi nutrisi, menghidupkan hati dan menerangi hati hingga akhir hayat.

Tinggalkan Balasan

Search