Ilmu bukanlah sekadar tumpukan informasi atau hafalan yang memenuhi memori otak semata. Dalam Islam ilmu merupakan cahaya (nur ) yang diletakkan Allah SWT ke dalam hati hamba-Nya. Ketika cahaya ini meresap, maka ia tidak hanya mencerdaskan akal tetapi juga menghidupkan hati yang mati dan menyinari jiwa yang gersang. Inilah ilmu yang bermanfaat, yakni ilmu yang mampu membuahkan rasa takut kepada Allah SWT (khasyah ) dan menghadirkan ketenangan batin.
Sahabat Rasul yakni Abdulllah bin Mas’ud Radiyallahu Anhu pernah berkata; “bukanlah yang dikatakan orang berilmu itu orang yang paling banyak hafal hadits; akan tetapi yang dinamakan orang berilmu adalah orang yang memiliki rasa takut yang besar”.
Oleh karena itu ilmu yang sejati adalah yang mampu melahirkan rasa khauf (rasa takut) kepada Allah SWT, yang dapat mencegah manusia dari perbuatan maksiat, meningkatkan ketaatan serta menjadikan seseorang itu sadar akan kelemahan dirinya di hadapan Allah SWT.
Al-Qur’an secara eksplisit menyebutkan bahwa wahyu adalah ruh, sebagaimana firman Allah SWT.
وَكَذٰلِكَ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ رُوْحًا مِّنْ اَمْرِنَاۗ مَا كُنْتَ تَدْرِيْ مَا الْكِتٰبُ وَلَا الْاِيْمَانُ وَلٰكِنْ جَعَلْنٰهُ نُوْرًا نَّهْدِيْ بِهٖ مَنْ نَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِنَاۗ وَاِنَّكَ لَتَهْدِيْٓ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۙ ٥٢
Demikianlah Kami mewahyukan kepadamu (Nabi Muhammad) rūh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur’an) dan apakah iman itu, tetapi Kami menjadikannya (Al-Qur’an) cahaya yang dengannya Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Sesungguhnya engkau benar-benar membimbing (manusia) ke jalan yang lurus. (QS. As Syura :52)
Maka kita pahami bersama penyebutan Al-Qur’an sebagai ruh itu menunjukkan bahwa tanpa ilmu agama, maka seseorang sejatinya sedang mengalami kematian spiritual meskipun fisiknya tampak hidup.
Oleh karena itu ilmu menghidupkan hati dengan cara memberikan pemahaman tentang hakikat penciptaan, sehingga seseorang tidak lagi merasa hampa di tengah gemerlapnya dunia.
Buah Ilmu : Hati yang Berseri
Hati yang berseri adalah hati yang merasakan manisnya iman ( halawatul iman ), ia tidak mudah goyah oleh ujian karena ia mengenal Rabbnya. Pemilik ilmu yang menghidupkan hati akan tampak dari akhlaknya yang lembut, wajah yang teduh dan lisan yang senantiasa terjaga.
Menurut Syekh Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam kitabnya yang berjudul Ad- Da’ wa Dawa’ mengatakan bahwa ilmu adalah makanan, minuman sekaligus obat hati. Tanpanya maka hati akan jatuh sakit dan akhirnya mati dalam kelalaian.
Oleh karena itu hendaknya kita senantiasa memohon kepada Allah SWT agar diberikan ilmu yang membawa manfaat dan menjadikan hati tetap hidup dan berseri. Ilmu yang membawa kita semakin dekat kepada-Nya.
Dengan ilmu maka kegelapan dan keraguan sirna digantikan oleh fajar keyakinan yang mentinari setiap langkah kehidupan kita. (*)
