IMM Tulungagung Gelar Pelatihan Desain Grafis, Tingkatkan Skill Kader di Era Digital

IMM Tulungagung Gelar Pelatihan Desain Grafis, Tingkatkan Skill Kader di Era Digital
www.majelistabligh.id -
Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Tulungagung sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Desain Grafis yang mengusung tema “Upgrade Skill Desain Kreatif dan Impactful di Era Digital” pada Ahad (5/4/2026)di di Angkringan Gading Gajah.
Pelatihan ini dihadiri oleh kader Pimpinan Komisariat di Tulungagung, yaitu PK IMM K.H. Ahmad Dahlan, PK IMM Djazman Al-Kindi dan PK IMM Muhammad El-Fatih. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan desain grafis kader IMM Tulungagung khususnya Bidang Media & Komunikasi, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan desain digital saat ini.
Pemateri dalam pelatihan ini merupakan kader dari PK IMM Muhammad El-Fatih, yaitu Immawan Taufiq Hanif Sholehudin yang pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Media & Komunikasi di komisariatnya.
Kegiatan ini juga dimoderatori oleh Manzilafi Bustani dari PK IMM K.H. Ahmad Dahlan, yang mampu menghidupkan suasana pelatihan menjadi interaktif, komunikatif, dan tidak membosankan. Pemilihan pemateri dan moderator dari kalangan kader sendiri, menurut ketua panitia, merupakan bentuk upaya pemberdayaan potensi internal organisasi.
Menurutnya, kader yang memiliki kemampuan dan bakat perlu diberikan ruang untuk berkembang, tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai fasilitator dan penggerak kegiatan. Hal ini diharapkan dapat melatih kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan IMM.
Immawan Taufiq mengangkat judul presentasi “Sehari Jadi Desainer” yang dibagi ke dalam empat sesi, yaitu pentingnya desain grafis, dasar-dasar desain grafis, hack fitur Canva, serta study case dan praktik. Pada awal pemaparan, pemateri menampilkan dua pamflet dengan desain yang berbeda, kemudian mengajak peserta untuk menilai mana yang lebih menarik dan mudah dipahami. Pendekatan ini mampu membangun ketertarikan peserta sejak awal serta mendorong mereka untuk berpikir kritis terhadap elemen-elemen desain.
Selanjutnya, pemateri menjelaskan keempat sesi tersebut secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam diskusi, khususnya pada bagian study case yang disajikan. Interaksi aktif antara pemateri dan peserta membuat suasana pelatihan menjadi hidup, komunikatif, dan menyenangkan, sehingga peserta tetap fokus dan tidak merasa mengantuk selama kegiatan.
“Desain yang baik adalah desain yang ketika dipandang kita bisa mengerti makna informasi yang disampaikan dengan cara memperhatikan tipografi, warna, dan tata letak,” jelasnya.
Di sela-sela penyampaian materi, pemateri memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan yang dipandu oleh moderator. Terdapat satu pertanyaan menarik dari peserta terkait contoh pamflet yang dipaparkan, yaitu mengenai alasan ukuran font judul kegiatan yang lebih kecil dibandingkan dengan tema.
Setelah sesi tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung. Seluruh peserta diarahkan untuk membuka aplikasi tersebut dan membuat pamflet berdasarkan contoh yang telah disiapkan oleh pemateri.
Terdapat tiga pilihan desain pamflet yang dapat dijadikan referensi, dengan menerapkan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) yang telah dijelaskan sebelumnya. Sesi praktik ini berlangsung selama 45 menit, waktu yang dinilai cukup bagi peserta untuk mengedit dan mengembangkan desain pamflet mereka. Apabila peserta mengalami kendala selama proses pengerjaan, pemateri bersama ketua panitia siap memberikan pendampingan dan arahan secara langsung.
Hasil desain dari praktik tersebut kemudian diunggah ke Google Drive yang telah disediakan. Selanjutnya, pemateri melakukan penilaian untuk menentukan dua desain terbaik berdasarkan aspek kreativitas, kerapian, dan kesesuaian dengan prinsip desain yang telah dipelajari.
Dua peserta dengan hasil desain terbaik mendapatkan reward sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan kreativitas mereka. Meskipun hanya dipilih dua pemenang, seluruh peserta tetap mendapatkan manfaat dari kegiatan ini. Peserta dinilai telah memahami materi yang disampaikan serta mampu mengaplikasikannya dalam praktik desain secara langsung.
Kedua pemenang tersebut adalah Immawan Yusuf dan Immawati A’yun. Keduanya turut menyampaikan kesan dan pesan setelah mengikuti pelatihan sekaligus terpilih sebagai peserta dengan hasil desain terbaik. Immawan Yusuf mengungkapkan bahwa ia datang terlambat sehingga hanya mengikuti sebagian materi yang disampaikan. Meskipun begitu, ia tidak menyangka dapat terpilih sebagai salah satu pemenang.
“Saya mengikuti kegiatan pelatihan desain grafis ini telat dan hanya mendapatkan setengah materi, tapi tiba-tiba saya jadi pemenang terbaik. Hasil desain saya juga bisa dibilang masih sederhana, tapi alhamdulillah saya senang,” ujarnya.
Pengalaman tersebut menjadi motivasi baginya untuk lebih serius dalam mengembangkan kemampuan di bidang desain grafis ke depannya.
Sementara itu, Immawati A’yun menyampaikan antusiasmenya sejak awal mengikuti kegiatan. Ia mengaku merasa penasaran dengan materi yang akan dipelajari dalam pelatihan tersebut.
“Sejak awal saya sudah excited dan penasaran apa saja yang akan dipelajari. Ternyata, pelatihan ini sangat seru karena saya mendapatkan ilmu baru tentang desain grafis dan editing yang sebelumnya belum pernah saya pelajari. Kegiatan ini menambah pengalaman baru dan memotivasi saya untuk terus belajar serta mengembangkan kemampuan di bidang desain grafis,” ungkapnya.
Setelah pembagian reward kepada para pemenang, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penutup berupa penyerahan sertifikat kepada pemateri dan moderator sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kesediaannya dalam berbagi ilmu serta memandu jalannya pelatihan.
Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan oleh ketua panitia bersama ketua umum PC IMM Tulungagung sebagai simbol penghargaan atas terselenggaranya kegiatan dengan baik dan lancar. Selanjutnya, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama yang diikuti oleh seluruh peserta, panitia, pemateri, dan moderator. (Azizah Permatasari)

Tinggalkan Balasan

Search