Indonesia Resmi Miliki Properti di Makkah

Indonesia Resmi Miliki Properti di Makkah
www.majelistabligh.id -

Indonesia mencetak sejarah baru sebagai negara asing pertama yang secara resmi memiliki properti di Makkah, Arab Saudi. Langkah monumental ini ditandai dengan diterimanya sertifikat kepemilikan aset oleh Danantara Indonesia dari pengembang Thakher Development.

Nilai akuisisi tersebut mencapai 2 miliar riyal Saudi (sekitar US$ 531,4 juta atau Rp8,4 triliun). Aset yang diakuisisi mencakup Hotel Novotel Thakher Makkah berkapasitas 1.461 kamar, serta 14 bidang lahan strategis berdekatan dengan luas total 4,4 hektare (44.088 meter persegi).

Kepemilikan ini menandai pergeseran strategis Indonesia—yang memegang kuota haji terbesar di dunia—dari ketergantungan pada akomodasi sewaan musiman menuju penguasaan fasilitas penginapan permanen bagi jemaah. Setiap musim haji, hotel tiga menara setinggi 19 lantai ini diperkirakan mampu menampung hingga 4.400 jemaah Indonesia.

Sertifikasi ini dapat terealisasi menyusul berlakunya Undang-Undang Kepemilikan Properti Warga Negara Asing di Arab Saudi sejak Januari lalu, sekaligus mendukung target Saudi Vision 2030 untuk menyambut 30 juta jemaah umrah setiap tahunnya.

Peluang Ekspansi dan Layanan Berkelas Dunia

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa akuisisi ini menggabungkan aset operasional dengan lahan potensial untuk ekspansi jangka panjang. Selain mengoperasikan Hotel Novotel (yang diolah oleh jaringan Accor), Danantara berencana membangun hotel tambahan berkapasitas 6.000 kamar serta pusat perbelanjaan dengan lebih dari 90 gerai ritel. Estimasi investasi untuk tahap pengembangan lanjutan ini diperkirakan kembali menelan biaya lebih dari 2 miliar riyal Saudi.

“Kami akan menjalankan tahapan selanjutnya secara terukur, berpedoman pada kelayakan komersial, regulasi, dan tata kelola yang prudence untuk menciptakan nilai jangka panjang,” ujar Pandu. Ia menambahkan, platform ini juga menjadi sarana mengenalkan budaya, pelayanan, dan kuliner Indonesia di panggung global.

Sementara itu, CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan bahwa langkah ini merupakan fondasi investasi perhotelan jangka panjang sekaligus awal dari kemitraan ekonomi yang lebih luas antara Indonesia dan Arab Saudi. Ke depan, Danantara berencana menjajaki peluang serupa di Madinah dan sektor strategis lainnya.

Apresiasi dari Arab Saudi

Proses akuisisi yang rampung dalam waktu sepuluh bulan ini mendapat apresiasi tinggi dari para pimpinan industri perhotelan dan investasi Arab Saudi. CEO Thakher Development, Faisal Shaker, menyampaikan rasa bangganya atas kemitraan ini.

“Kehadiran negara asing pertama yang memiliki properti di destinasi kami mencerminkan kepercayaan internasional terhadap Thakher Makkah. Hari ini, kami telah mewujudkan peluang ini menjadi model yang dapat direplikasi bagi investor internasional lainnya,” ungkap Faisal.

Dukungan serupa disampaikan oleh CEO Khomasiah Group, Ammar Baroum, yang memfasilitasi transaksi tersebut. Menurutnya, komitmen Danantara menegaskan iklim investasi Arab Saudi yang kian menarik dan kondusif bagi investor global.

Kawasan Thakher Makkah sendiri berdiri di atas lahan seluas 320.000 meter persegi dan berjarak sangat strategis, yakni hanya 1,2 kilometer di sebelah utara Masjidil Haram. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search