Irwan Akib: Kelola Sekolah Muhammadiyah dengan Niat Jihad dan Profesionalisme

Irwan Akib: Kelola Sekolah Muhammadiyah dengan Niat Jihad dan Profesionalisme
www.majelistabligh.id -

Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd menyampaikan pemaparan tentang membangun ekosistem pendidikan unggul dan berkemajuan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Majelis Dikdasmen dan PNF yang digelar di Hotel Four Points by Sheraton Kota Makassar, Jumat (13/2/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 400 peserta terdiri atas unsur Majelis Dikdasmen PWM dan PDM dari seluruh Indonesia akan berlangsung 3 hari.

Dalam pemaparannya, Irwan Akib menegaskan bahwa masih banyak lembaga pendidikan Muhammadiyah yang membutuhkan perhatian serius agar mampu berdaya saing dan menjawab tantangan zaman.

“Masih banyak pendidikan Muhammadiyah harus mendapatkan perhatian yang serius,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan pendidikan Muhammadiyah harus dilakukan secara adaptif tanpa meninggalkan prinsip dan regulasi yang berlaku. Ia menekankan pentingnya fleksibilitas dalam manajemen, inovasi dalam pembelajaran, serta orientasi jangka panjang dalam perencanaan kelembagaan.

“Mengurus pendidikan Muhammadiyah harus lebih fleksibel dan berorientasi pada masa depan dan tetap berpedoman pada aturan. Membangun pendidikan Muhammadiyah juga membutuhkan sinergisitas dengan berbagai pihak,” jelasnya.

Irwan juga mengingatkan bahwa mengelola sekolah bukanlah pekerjaan sambilan, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan kesungguhan dan tanggung jawab penuh. Ia menekankan pentingnya spirit pengabdian dalam mengelola amal usaha pendidikan.

“Ngurusin sekolah harus sungguh-sungguh, semangat dan serius. Mengurus sekolah tidak asal jadi, mengurus sekolah Muhammadiyah harus dengan niat jihad fiisabillah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWM Sulawesi Selatan Prof. Dr. H. Ambon Asee, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengelolaan pendidikan Muhammadiyah memerlukan kesungguhan, keikhlasan, serta kesabaran. Menurutnya, kualitas lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sarana dan prasarana, tetapi juga oleh integritas dan profesionalisme para pengelolanya.

“Mengelola pendidikan Muhammadiyah harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dengan niat ikhlas dan sabar. Mengelola pendidikan Muhammadiyah dengan niat jihad dan profesional,” ujarnya.

Ia berharap Rakornas yang diselenggarakan di Makassar dapat menjadi momentum kebangkitan pendidikan Muhammadiyah, khususnya di Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat jejaring antarwilayah.

“Kami berharap agar dengan Rakornas di Makassar ini bisa membangkitkan pendidikan Muhammadiyah di Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Rakornas tersebut mengusung tema “Menuju Pendidikan Unggul, Berkarakter, dan Berkemajuan” sebagai refleksi komitmen Muhammadiyah dalam menghadirkan sistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai keislaman.

Di sisi lain, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah Didik Suhardi, Ph.D menyoroti pemerataan pendidikan Muhammadiyah di berbagai wilayah Indonesia. Ia menyebutkan bahwa saat ini lembaga pendidikan Muhammadiyah masih banyak terkonsentrasi di Pulau Jawa.

“Pendidikan Muhammadiyah masih banyak di Jawa,” katanya.

Karena itu, ia mendorong agar daerah-daerah yang belum memiliki sekolah Muhammadiyah segera mengambil langkah konkret untuk mendirikan dan mengembangkan lembaga pendidikan baru.

“Beberapa daerah yang belum ada sekolah Muhammadiyah harus berdiri sekolah Muhammadiyah,” tegasnya.

Didik juga menekankan bahwa berbagai persoalan pendidikan harus diselesaikan secara kolektif dan sistematis. Menurutnya, penguatan komitmen, profesionalisme, manajemen yang baik, kemandirian lembaga, serta peningkatan kualitas menjadi pekerjaan rumah bersama.

“Banyak masalah pendidikan yang harus diselesaikan secara bersama-sama terutama masalah komitmen, profesionalisme, manajemen, kemandirian dan kualitas,” jelasnya.

Melalui Rakornas ini, diharapkan lahir langkah-langkah strategis dan kebijakan yang mampu memperkuat ekosistem pendidikan Muhammadiyah di seluruh Indonesia, sehingga benar-benar menjadi pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berkemajuan sesuai cita-cita Persyarikatan.  (sholihin fanani)

Tinggalkan Balasan

Search