Isra Mikraj dan Trasformasi Manajemen Masjid

Isra Mikraj dan Trasformasi Manajemen Masjid
*) Oleh : Ridwan Manan
Ketua Takmir Masjid "Ramah Musyafir" Ar Royyan Muhammadiyah Buduran Sidoarjo & Pengajar Pondok Pesantren Al Fattah Sidoarjo
www.majelistabligh.id -

Peristiwa penting selalu ditandai warna merah dalam kalender di Indonesia, bukan sekedar penanda hari libur kerja tetapi mengingatkan pesan mendalam dari sebuah peristiwa. Dan peristiwa tersebut menjadi penanda untuk refleksi dalam kehidupan di masa sekarang. Peristiwa Isra Mikraj hendaknya menjadi momen penting untuk perubahan yang lebih baik dalam setiap dimensi kehidupan umat. Tidak hanya berhenti pada aspek ritual spritual semata, tetapi mengandung pesan trasformasi, kepemimpinan dan pengelolaan umat yang relevan melalui manejemen masjid di era modern

Masjid Bukan Sekedar Bangunan Tempat Salat

Isra diawali perjalanan Rasulullah Saw dari Masjidil Haram di Makkah dan berahir di Masjidil aqsho Palestina. Hal ini menegaskan bahwa masjid mempunyai peran strategis dalam membangun peradaban umat. Masjid tidak cukup hanya sebagai tempat salat tetapi mampu menghadirkan sebagai tempat menyelesaikan problem keumatan, lebih inklusif dan responsif. Terkadang masih dijumpai masjid sebagai simbol ritual saja, setelah ritual selesai masjid ditutup kembali, terkesan sangat disakralkan sehingga kurang ramah bagi mereka yang hendak mengadukan problemnya kepada tuhannya.

Fungsi Salat

Perintah utama Isra Mikraj adalah salat. Hal Ini menegaskan bahwa perubahan besar dimulai dari disiplin spiritual yang istiqamah. Dalam realitas keseharian, salat sering tereduksi menjadi rutinitas pribadi yang terpisah dari etika sosial.

Padahal kalau memahami fungsi salat dengan benar akan mampu melahirkan kejujuran, kedisiplinan, dan kepedulian. Salat juga mengajarkan manajemen waktu, disiplin dan kebersamaan dalam mengelola masjid sehingga menjadi masjid yang makmur dan memakmurkan jemaah. Jika salat tidak berdampak pada perilaku pribadi dan sosial menjadi lebih baik maka pesan Isra Mikraj belum benar-benar membumi.

Kepimpinan Takmir yang Visioner

Perintah langsung yang diterima Rasulullah Saw dari Allah Rabbul alamin untuk disampaikan kepada umatnya memberikan pesan bahwa tanggung jawab harus ditunaikan dengan baik. Visi ketakmiran masjid hari ini harus melampaui fungsi seremonial. Masjid yang berkemajuan adalah masjid yang mampu menjadi pusat pencerahan dan peradaban umat, bukan sekedar ramai pada momen tertentu.

Jika masjid ramai tetapi integritas pengurusnya rapuh, transparansi keuangan lemah, konflik internal tinggi dan pelayanan jemaah terabaikan maka pesan Isra Mikraj belum membumi di hati pengurus masjid. Isra Mikraj mengingatkan, spiritualitas harus melahirkan tata kelola masjid yang berkemajuan.

Isra Mikraj memberi pesan jelas bahwa masjid adalah titik temu antara langit dan bumi. Ketakmiran masjid yang visioner harus menjadikan spiritualitas sebagai energi perubahan. Dari masjid yang tertata, berintegritas, dan visioner, akan lahir umat yang kuat imannya dan berdaya dalam kehidupan.

Jika masjid hanya ramai tanpa arah, Isra Mikraj tinggal peringatan. Tetapi jika masjid dikelola dengan visi, Isra Mikraj mampu menjelma menjadi gerak peradaban umat. (*)

Tinggalkan Balasan

Search