“The mosque is God’s house, make it a reflection of our noble morals”
“(Masjid adalah rumah Allah, jadikan ia cerminan akhlak mulia kita)”
Masjid bukan sekadar bangunan, ia adalah Baitullah, rumah suci tempat kita menghadap-Nya. Saat citra masjid tercoreng, itu sama saja melukai hati setiap Muslim. Kita semua punya kewajiban untuk menjaga kesucian dan marwahnya.
Sikap membela masjid adalah bukti kecintaan kita. Seperti yang ditegaskan dalam firman-Nya,
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا ٱللَّهَ ۖ فَعَسَىٰٓ أُو۟لَٰٓئِكَ أَن يَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُهْتَدِينَ
Artinya:
“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.“(Qs. At-Taubah:18)
Ayat ini menyiratkan bahwa menjaga masjid adalah bagian dari iman.Rasulullah SAW juga bersabda, Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,
أمَرَ رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليِه وسلَّمَ بِبِناءِ المساجِدِ في الدُّورِ ، وأنْ تُنظَّفَ وتُطَيَّبَ
Artinya:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membangun masjid di perkampungan, membersihkan, dan memberinya wewangian.” (HR. Ahmad, 43:397, Abu Daud, No. 455, Tirmidzi, No. 594, Ibnu Majah, No. 758)
Hadis ini mengajarkan bahwa upaya sekecil apa pun untuk menjaga kebersihan dan citra masjid sangatlah mulia.
Jadi, menjaga citra masjid tidak hanya sebatas fisik bangunannya, tapi juga bagaimana kita menghidupkannya dengan kegiatan positif. Setiap langkah kita, setiap kegiatan yang kita lakukan, harus selalu mencerminkan keindahan Islam.
Mari kita jadikan masjid sebagai pusat peradaban yang bersih, nyaman, dan penuh aktivitas bermanfaat.
Semoga bermanfaat. (*)
