Jaga Jemari Raih Ketenangan Hati

Jaga Jemari Raih Ketenangan Hati
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

​”Your tongue (or your fingers) is a reflection of your heart. Speak good things or remain silent, because the goodness of faith is tested from verbal salvation”
“(Lidahmu (atau jemarimu) adalah cerminan hatimu. Berkatalah yang baik atau diam, karena kebaikan iman teruji dari keselamatan lisan)”

​Berapa banyak unggahan status yang justru melukai, padahal lisan dan jemari kita diawasi? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi kemudahan dalam ibadah, namun ironisnya kita sering berselisih karena perbedaan cabang (furu’). Yang qunut atau tidak qunut, keduanya punya dalil. Yang pasti salah adalah yang meninggalkan salat subuh.

Mari fokus pada keimanan hakiki, bukan perdebatan yang memecah belah. Allah SWT berfirman,
مَا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Artinya:
“(Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Qs. Qaf:18)

Ayat ini mengingatkan bahwa setiap kata, baik lisan maupun tulisan (status/komentar), dicatat oleh malaikat Raqib dan ‘Atid. Ini adalah peringatan keras agar kita berkata yang benar dan baik. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Artinya:
Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari No. 6018, 6019, 6136, 6475 dan Muslim No. 47)

Dalam hadis ini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengaitkan antara berkata baik dengan keimanan seseorang kepada Allah dan hari akhir. Hal ini dikarenakan penjagaan terhadap lisan, mempergunakannya untuk ucapan-ucapan yang baik dan diam untuk ucapan yang buruk adalah salah satu tanda dari keimanan.

Jadi, fokuslah pada inti iman dan amal saleh (seperti salat wajib), serta utamakan persatuan. Hindari perselisihan furu’ dan jadikan media sosial sebagai ladang kebaikan, bukan sumber dosa lisan.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Search