Hari ini saya kembali melihat sebuah pengingat tentang bagaimana seharusnya kita mengatur hidup berdasarkan waktu salat. Selama ini, apakah saya mengatur kesibukan di antara waktu salat, atau justru menyelipkan salat di antara kesibukan?
“Kenapa sering kali pekerjaan, urusan rumah, meeting, atau aktivitas lain terasa begitu penting, sampai waktu salat yang justru harus menyesuaikan?” Padahal waktu terus berjalan. Kesibukan tidak akan pernah benar-benar selesai.
Salat bukan pengganggu aktivitas kita. Justru salat adalah jeda yang mengembalikan kita kepada Allah, sekaligus membantu kita menata kembali prioritas.
Hidup mungkin tetap sibuk. Tetapi jangan sampai kesibukan membuat kita lupa siapa yang memberi kita waktu.
Dalam belajar kendali diri dan psikologi Islam, salah satu kendali adalah kemampuan menentukan prioritas, bukan sekedar mengikuti semua tuntutan yang datang. Kita tidak harus menunggu hidup tenang untuk mendekat kepada Allah. Justru kedekatan kepada Allah yang seharusnya menjadi dasar kita menjalani kehidupan yang sibuk.
“Ya Allah, jadikanlah ilmu yang kami pelajari bermanfaat dan mudahkanlah kami untuk mengamalkannya.” (*)
