“Death is the best advice”
“(Kematian adalah nasihat terbaik)”
Ajal adalah sebuah kepastian. Ia terus mendekat, tak peduli seberapa panjang perjalanan hidup kita. Sadarkah kita, beberapa dari teman-teman kita telah berada jauh di depan dengan bekal yang melimpah? Ada yang sudah mengkhatamkan Al-Qur’an, salatnya tak pernah terputus, malamnya diisi tahajud, dan puasanya tak pernah luput.
Sementara itu, kita masih seringkali kesulitan melawan hawa nafsu. Jangankan tahajud, bangun tidur saja rasanya begitu berat. Padahal, kematian bisa datang kapan saja, tak peduli usia. Allah berfirman, وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
Artinya:
“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.“(Qs.Al-A’raf :34)
Ayat ini menegaskan bahwa waktu berakhirnya suatu kaum adalah ketetapan Allah yang tidak dapat diubah oleh manusia, menunjukkan kekuasaan dan ketetapan-Nya yang mutlak Nabi shallallah ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ
Artinya:
“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan” (HR.An Nasai No. 1824, Tirmidzi No. 2307 dan Ibnu Majah No. 4258 dan Ahmad 2: 292)
Hadis ini menekankan pentingnya mengingat kematian sebagai pengingat untuk tidak terlena dengan kenikmatan duniawi. Dengan mengingat kematian, seorang mukmin akan bersegera bertobat, menyiapkan diri untuk akhirat, dan menjalani hidup lebih zuhud dan tidak terperdaya oleh dunia.
Jadi, Kesibukan dunia sering membuat kita lalai, seolah hidup ini abadi. Kematian adalah pengingat bahwa bekal kita di akhirat jauh lebih penting dari segala yang kita kejar di dunia. Mari perbaiki diri selagi masih ada kesempatan, sebelum ajal benar-benar tiba.
Semoga bermanfaat.
