Allah Subhanahu wa Ta’ala mengisahkan dalam Al-Qur’an tentang peristiwa luar biasa yang dialami oleh Nabi Yunus as.
Ketika beliau berada dalam kegelapan di dalam perut ikan besar, di tengah laut yang luas, beliau berdoa dengan penuh kerendahan hati:
“Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya’: 87)
Doa ini menjadi pelajaran abadi tentang pentingnya tetap berharap kepada Allah, bahkan dalam kondisi yang paling sulit dan tampaknya tanpa harapan.
Dalam kehidupan kita, mungkin ada saat-saat di mana kita merasa kehilangan segalanya. Kita merasa seolah-olah semua jalan sudah buntu. Kita merasa tidak punya kekuatan lagi untuk melangkah.
Namun, jangan pernah berkata, “Aku tidak punya apa-apa lagi.” Jangan pernah berpikir, “Sudah tidak ada jalan keluar untukku.”
Ingatlah, di tangan kita masih banyak kemampuan yang Allah titipkan. Masih banyak peluang dan kesempatan yang terbentang luas.
Kita tidak sedang berada di dalam perut ikan, terkurung dalam kegelapan seperti Nabi Yunus AS dulu. Kita masih diberikan Allah ruang untuk bergerak, berikhtiar, dan memperbaiki keadaan.
Nabi Yunus as tidak berputus asa, meskipun keadaannya sangat sulit. Di dalam kegelapan yang bertumpuk, kegelapan malam, kegelapan lautan, dan kegelapan dalam perut ikan, beliau tetap memanjatkan doa penuh harap kepada Allah.
Beliau tidak menyerah, tidak putus asa, dan terus berpegang pada keimanan. Maka, pantaskah kita, yang masih bisa menghirup udara bebas, berjalan di atas bumi Allah yang luas ini, justru berputus asa?
Alhamdulillah, sampai hari ini kita masih bisa bergerak bebas. Kita masih bisa melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
Kita masih bisa memandang indahnya ciptaan-Nya, melangkahkan kaki ke tempat-tempat yang baik, mengangkat tangan untuk berdoa, dan menggerakkan lisan untuk berdzikir serta memohon pertolongan kepada-Nya.
Selama ada Allah, selama kita masih bernafas di atas bumi-Nya yang luas ini, maka tidak ada alasan untuk menyerah. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Tidak ada kesulitan yang terlalu besar bagi-Nya. Tidak ada masalah yang terlalu rumit untuk diselesaikan-Nya.
Mari kita bangkit! Mari kita ubah hidup kita dengan semangat dan penuh rasa syukur. Bersyukurlah atas setiap nikmat, sekecil apapun itu.
Bersyukurlah atas napas yang masih berhembus, atas langkah yang masih bisa kita ayunkan, atas akal yang masih bisa berpikir, dan atas hati yang masih bisa berharap kepada Allah.
Jangan pernah lupakan, dalam setiap kesulitan selalu ada kemudahan. Dalam setiap malam yang gelap, selalu ada fajar yang akan menyingsing.
Ada Allah… dan bumi ini luas.
Maka jangan pernah putus asa! (*)
