*)Oleh : Thoriq Mahmudin, M.Pd, C.EQ
Anggota Majelis Tabligh PDM Surabaya, Staff Ismuba SMAMSA, Praktisi Ruqyah Syar’iyyah
Dalam ajaran Islam, salat merupakan salah satu ibadah yang paling penting dan utama. Namun, banyak di antara kita yang masih belum memahami perbedaan antara salat tepat waktu dan salat di awal waktu.
Salat tepat waktu dan salat di awal waktu tentulah sangat berbeda. Contohnya, salat Dhuhur masih boleh dikerjakan pada jam 2 siang karena waktunya masih tepat, yaitu waktu Dhuhur dan belum masuk waktu Ashar. Namun, salat di awal waktu adalah salat yang dikerjakan langsung setelah adzan dan iqomah dikumandangkan, tanpa menunda-nunda.
Rasulullah ﷺ memerintahkan agar umatnya senantiasa salat di awal waktu. Sesuai hadis dari Ummu Farwah, ia berkata “Rasulullah ﷺ ditanya, Amalan apakah yang paling utama? Beliau menjawab, Salat di awal waktu.”(HR. Abu Daud No. 426). Hadis ini menunjukkan bahwa salat di awal waktu merupakan amalan yang paling utama dan memiliki banyak keutamaan.
Dengan salat di awal waktu, kita dapat menunjukkan kesungguhan dan kecintaan kita kepada Allah SWT. Oleh karena itu, marilah kita berusaha untuk salat di awal waktu dan meninggalkan kebiasaan menunda-nunda salat. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan kualitas salat kita dan mendapatkan banyak keutamaan dari Allah SWT.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat membiasakan diri untuk salat di awal waktu dengan membuat komitmen untuk melaksanakan salat langsung setelah adzan dan iqomah dikumandangkan. Dengan kesabaran dan konsistensi, kita dapat membentuk kebiasaan salat di awal waktu dan meningkatkan kualitas spiritual kita. (*)
