Janji Allah Lebih Pasti dari Keresahan Kita

*) Oleh : Ferry Is Mirza DM
www.majelistabligh.id -

Di era akhir zaman ini, mungkin kita pernah melihat gambar seorang penjual sederhana dengan gerobak dagangannya. Di gerobak itu tertulis kalimat yang sangat menyentuh hati:

“Bagaimana mungkin aku takut kepada kemiskinan, sedangkan aku adalah hamba-Nya Yang Mahakaya.”

Ungkapan ini sesungguhnya sangat dalam maknanya, dan patut kita renungkan bersama. Sebagai hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala, seharusnya kita tidak perlu merasa takut ataupun khawatir terhadap urusan rezeki dan kehidupan dunia, selama kita terus bersandar hanya kepada-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Pemilik segala sesuatu. Dia Yang Mahakaya, tidak membutuhkan apapun dari makhluk-Nya, sementara kita lah yang selalu bergantung kepada-Nya dalam setiap hembusan napas dan langkah kehidupan.

Allah sendiri telah menjanjikan berbagai kebaikan kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa dan bersungguh-sungguh. Berbeda dengan janji manusia yang seringkali dilanggar, janji Allah adalah kepastian yang tidak mungkin diingkari.

Akan tetapi, kita sebagai hamba tetap dituntut untuk berusaha dan berikhtiar. Allah tidak memerintahkan kita hanya berdiam diri, melainkan mengajarkan kita untuk berusaha dengan niat yang lurus dan penuh tawakal kepada-Nya. Usaha kita adalah bagian dari ketaatan, sementara hasilnya sepenuhnya adalah hak prerogatif Allah.

Seringkali, kita merasa gelisah dan tidak puas dengan apa yang kita miliki. Kita merasa kekurangan, padahal nikmat Allah sebenarnya tiada terhitung. Hal ini terjadi karena kurangnya rasa syukur dalam hati kita. Padahal Allah telah berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu; tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.'”
(QS. Ibrahim: 7)

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa kunci bertambahnya nikmat adalah syukur, bukan keluhan atau ketidakpuasan. Semakin kita bersyukur, semakin Allah melimpahkan rezeki, ketenangan, dan keberkahan dalam hidup kita.

Maka dari itu, marilah kita memperbanyak doa, memperbaiki hubungan kita dengan Allah, dan senantiasa bertaubat atas segala dosa-dosa kita. Mari kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar:

  • Diberikan kelancaran dalam segala urusan kita, baik dunia maupun akhirat.
  • Dilimpahkan keberkahan dalam rezeki kita.
  • Dilindungi dari segala macam marabahaya dan keburukan.
  • Dijaga akidah kita, juga akidah keluarga dan keturunan kita hingga akhir zaman.

Dan semoga Allah menutup usia kita semua dalam keadaan husnul khatimah, wafat dalam keadaan beriman dan penuh ketenangan.

Aamiin yaa Rabbal ‘Aalamiin.

Semoga tulisan ini menjadi pengingat bagi diri kita semua, bahwa selama kita memiliki Allah, sesungguhnya kita tidak pernah benar-benar miskin.

Kita kaya dengan iman, kaya dengan harapan, dan kaya dengan janji-janji Allah yang pasti ditepati. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search