Jeda Syukur: Antara Doa dan Ampunan

Jeda Syukur: Antara Doa dan Ampunan
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

​”Unanswered prayers are God’s way of keeping you knocking on His door, while unpunished sins are His way of calling you home”
​”(Doa yang belum terkabul adalah cara Allah menjagamu agar tetap mengetuk pintu-Nya, sementara dosa yang belum dihukum adalah cara-Nya memanggilmu untuk pulang)”

​Seringkali kita merasa sesak saat keinginan belum terwujud, hingga lisan lancang mengeluh, “Mengapa Allah tak mendengar doaku?” Namun, pernahkah kita menyadari satu rahasia cinta-Nya?

Jangan pernah berkata Allah mengabaikan doamu; sebaliknya, bersyukurlah karena Dia tidak langsung menghukummu saat engkau berbuat dosa. Penundaan doa adalah bentuk pendidikan sabar, sedangkan penundaan azab adalah kesempatan untuk bertaubat. Allah SWT berfirman,
وَلَوْ يُؤَاخِذُ ٱللَّهُ ٱلنَّاسَ بِمَا كَسَبُوا۟ مَا تَرَكَ عَلَىٰ ظَهْرِهَا مِن دَآبَّةٍ وَلَٰكِن يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِعِبَادِهِۦ بَصِيرًۢا
Artinya:
Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk yang melatapun akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.“(Qs. Fatir: 45)

Ayat ini menjelaskan tentang Imahal (penundaan). Allah tidak langsung menurunkan azab agar hamba-Nya memiliki ruang untuk menyadari kesalahan dan kembali pada jalan yang benar.

Dalam hadis, Rasulullah Saw bersabda,

ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ
Artinya:
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa kepada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat) melainkan Allah akan memberikan kepadanya tiga hal: (1) Allah akan segera mengabulkan doanya, (2) Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan (3) Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdoa.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” (HR. Ahmad: 3/18).

Hadis tersebut menjelaskan bahwa setiap doa seorang Muslim yang baik (tidak mengandung dosa atau memutuskan silaturahmi) pasti dikabulkan oleh Allah dalam salah satu dari tiga cara: (1) Dikabulkan langsung di dunia, (2) Disimpan sebagai pahala di akhirat, atau (3) Dihindarkan dari keburukan sebanding.

Ini menunjukkan bahwa tidak ada doa yang sia-sia, dan Allah memberikan jawaban terbaik sesuai kehendak-Nya, mendorong kita untuk terus berdoa tanpa lelah.

​Keadilan Allah seringkali berwujud kasih sayang yang kita salah artikan sebagai keterlambatan. Jika doa belum dijawab, itu adalah ujian kesetiaan. jika dosa belum dibalas, itu adalah undangan untuk pengampunan.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Search