“Whatever is your destiny, it will find a way to find you”
“(Apapun yang menjadi takdirmu, akan mencari jalannya menemukanmu)”
Jodoh adalah rahasia dan ketetapan-Nya, sebuah takdir yang telah tertulis di Lauhul Mahfudz dan tidak akan tertukar. Keyakinan ini menenangkan jiwa, sebagaimana firman Allah SWT,
وَمِن كُلِّ شَىْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Artinya:
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (Qs. Az-Zariyat: 49)
Ayat ini menjelaskan bahwa segala sesuatu di alam semesta, termasuk manusia, diciptakan berpasangan sebagai tanda keagungan dan kebesaran-Nya. Sementara keyakinan akan takdir memberikan ketenangan, Islam mengajarkan kita untuk berikhtiar dan memantaskan diri. Hal ini sejalan dengan firman-Nya,
ٱلْخَبِيثَٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَٱلْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَٰتِ ۖ وَٱلطَّيِّبَٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَٰتِ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Artinya:
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (Qs. An-Nur:26)
Ayat ini menegaskan bahwa jodoh adalah cerminan diri, di mana wanita yang baik untuk pria yang baik, dan wanita yang keji untuk pria yang keji yang sering diartikan bahwa jodoh adalah cerminan diri. Maka, tugas kita bukanlah merisaukan siapa pasangan kita, melainkan fokus menjadi pribadi yang shaleh/shalehah.
Dalam hadis, dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَـالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.
Artinya:
“Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.”(HR. Bukhari No. 5090 dan Muslim No. 1466)
Hadis ini juga menjadi acuan bagi pria dalam memilih, sekaligus motivasi bagi wanita untuk mengutamakan agama.
Jadi, jodoh memang takdir, namun menjemput jodoh yang shaleh/shalehah yang membahagiakan adalah hasil dari upaya kita memperbaiki diri dan kualitas agama. Persiapkan diri, karena jodoh yang baik akan datang pada hamba yang senantiasa berusaha menjadi yang terbaik di mata-Nya.
Semoga bermanfaat. (*)
