Kajian Ramadan di Mantup, Sekretaris PDM Lamongan Ajak Jemaah Perbanyak Syukur dan Istighfar 

Kajian Ramadan di Mantup, Sekretaris PDM Lamongan Ajak Jemaah Perbanyak Syukur dan Istighfar 
www.majelistabligh.id -

Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan Ust. Dr. H. Piet Hizbullah Khaidir, SAg, MA mengajak umat Islam untuk memperbanyak rasa syukur dan istighfar sebagai bagian dari ciri orang beriman dan bertakwa.

Pesan tersebut ia sampaikan dalam Kajian Ramadan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Mantup bersama Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Mantup di Masjid Al Muttaqin PRM Tugu, Kecamatan Mantup, Lamongan, Selasa (17/3/2026).

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua PCM Mantup H. Ja’far Shodiq, S.Ag., Ketua PCPM Mantup Sumardiono, S.Pd., Ketua PCNA Mantup Elis Nur Aini, A.Md., Ketua PCA Mantup Hj. Asmuah beserta jajaran, serta jamaah Masjid Al Muttaqin dan masyarakat sekitar.

Acara dipandu Sekretaris PCPM Mantup Hidayat Kurniawan, S.Pd. sebelum dilanjutkan dengan sambutan pimpinan organisasi dan kajian Ramadan.

Dalam ceramahnya, Ust. Piet Hizbullah Khaidir menjelaskan bahwa rasa syukur merupakan salah satu ciri orang yang beriman.

“Mensyukuri nikmat Allah tidak harus menunggu yang besar. Nikmat yang kecil pun harus disyukuri karena itu bagian dari tanda keimanan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan keistimewaan umat Nabi Muhammad SAW yang mendapatkan berbagai kemudahan dan kesempatan untuk memperoleh ampunan dari Allah SWT.

Menurutnya, salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak membaca istighfar.
“Orang yang rajin membaca istighfar, Allah akan mudahkan urusannya, dilancarkan rezekinya, dan diampuni dosanya,” jelasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam membangun peradaban umat.

Menurutnya, kemajuan peradaban Islam pada masa lalu tidak terlepas dari kesungguhan umat Islam dalam membaca dan memahami Al-Qur’an.

“Peradaban akan maju jika daya bacanya tinggi. Tilawah Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak umat Islam untuk membaca Al-Qur’an secara istiqamah melalui qiraah, tilawah, maupun tartil agar mampu memahami kandungan ayat-ayat Allah dengan lebih mendalam.

Kajian berlangsung hingga menjelang waktu berbuka puasa dan diikuti dengan antusias oleh jamaah Masjid Al Muttaqin serta masyarakat sekitar. (as’ad fauzuddin khunaifi)

 

Tinggalkan Balasan

Search