Kampung Sains Karangkajen: Jejak Hijau Edukasi dan Pemberdayaan di Tengah Kota

Kampung Sains Karangkajen: Jejak Hijau Edukasi dan Pemberdayaan di Tengah Kota
*) Oleh : Nashrul Mu'minin
Content writer Yogyakarta
www.majelistabligh.id -

Kampung Sains Karangkajen (KSK), sebuah kawasan padat penduduk di Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan Yogyakarta menjelma menjadi pusat wisata edukasi hijau yang memadukan urban farming, ecoprint, dan pemberdayaan masyarakat. Sejak diresmikan tahun 2017 oleh Menteri Pendidikan Republik Indonesia, kampung ini dikenal sebagai kampung sains pertama di Indonesia.

Pada Kamis, 21 Agustus 2025, suasana pagi di kampung ini begitu hidup. Anak-anak sekolah dasar datang berbondong-bondong dengan semangat membara. Di antara celah pepohonan, mereka menyambut hari dengan keceriaan, siap menanam harapan di lahan sempit yang disulap menjadi kebun hijau nan inspiratif.

Kampung ini menjadi contoh sukses transformasi komunitas berbasis semangat gotong royong. Ketua RW dan RT bersama masyarakat lintas usia bersatu membangun pojok-pojok sains seperti robotik, roket air, kebun peradaban, dan tentu saja, ecoprint—sebuah teknik membatik alami menggunakan daun dan bunga. Dari tempat inilah, ilmu pengetahuan dipelajari dengan cara menyenangkan dan membumi.

Anak-anak yang hadir hari itu tak hanya diajak bermain, tetapi belajar langsung bagaimana menanam sayuran di polybag. Mereka mengenal tekstur tanah, mempelajari cara memupuk, dan menyemai bibit. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dari urban farming: pertanian kota yang memanfaatkan ruang sempit di tengah kepadatan penduduk.

“Kalau kita menanam sendiri, apakah sayurnya lebih sehat?” tanya seorang anak dengan polos. Pertanyaan itu menunjukkan tumbuhnya kesadaran ekologis dari usia dini—bahwa pangan sehat bisa dimulai dari halaman rumah, dan menanam adalah bagian dari merawat kehidupan.

Selain menanam, anak-anak juga dikenalkan pada seni ecoprint. Mereka mengumpulkan dedaunan dan bunga, lalu memindahkan warnanya ke atas kain. Hasilnya? Motif-motif unik yang menjadi tas atau syal dengan nilai estetika sekaligus edukatif. Kegiatan ini bukan hanya melatih kreativitas, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan.

Kampung Sains Karangkajen bukan hanya milik anak-anak. Para perempuan di kampung ini berperan aktif dalam pengembangan ecoprint sebagai sumber pendapatan tambahan. Dengan keterampilan tangan mereka, kain-kain bermotif alam diproduksi menjadi karya seni sekaligus produk ekonomi kreatif.

Melalui kegiatan ini, KSK mengintegrasikan konsep smart economy: ekonomi cerdas yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal. Dengan menghindari pupuk kimia, menghemat air, dan menggunakan kompos organik, pertanian di sini juga mengusung prinsip ramah lingkungan. Inilah bentuk nyata dari pariwisata hijau—green tourism—yang tak hanya menghibur tetapi juga mengedukasi.

“Di sini kami ingin membuktikan bahwa sains bukan hanya untuk laboratorium. Ia bisa tumbuh di kampung, di halaman rumah, bahkan di tangan-tangan kecil anak-anak,” ujar seorang fasilitator kegiatan.

Di tengah arus modernisasi dan krisis iklim, model seperti KSK menjadi inspirasi nasional. Kampung ini membuktikan bahwa perubahan tidak harus dimulai dari kota besar atau lembaga besar. Dengan niat, kreativitas, dan kolaborasi, sebuah kampung bisa menjadi pusat inovasi sosial.

Hari itu, anak-anak pulang membawa bibit tanaman, hasil ecoprint, dan sejuta pengalaman baru. Namun lebih dari itu, mereka membawa pulang kesadaran untuk merawat bumi. Mereka belajar bahwa menjaga lingkungan tidak harus dengan demonstrasi besar, tapi bisa dengan tangan yang menanam, hati yang mencinta, dan karya yang bernilai.

Kini, Kampung Sains Karangkajen menjadi lebih dari sekadar tempat. Ia adalah ruang hidup, ruang belajar, dan ruang tumbuh. Sebuah miniatur masa depan yang menyatu dalam harmoni antara manusia, ilmu pengetahuan, dan alam.

Dengan langkah-langkah kecil yang konsisten, kampung ini menorehkan jejak besar dalam peta pendidikan alternatif Indonesia. Jejak yang hijau, lembut, dan penuh harapan.

 

Tinggalkan Balasan

Search