Karyawan RS PKU Muhammadiyah Surabaya Sukses Gelar Kajian Spesial Ramadan dan Buka Bersama

Karyawan RS PKU Muhammadiyah Surabaya Sukses Gelar Kajian Spesial Ramadan dan Buka Bersama 1447 H
www.majelistabligh.id -

Di tengah padatnya aktivitas pelayanan kesehatan, keluarga besar Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Surabaya meluangkan waktu sejenak untuk menundukkan hati dan menjernihkan pikiran. Pada Sabtu (07/03/2026), seluruh karyawan mulai dari tenaga medis, penunjang, hingga jajaran struktural manajemen berkumpul dalam satu harmoni kegiatan bertajuk “Kajian Spesial Ramadan dan Buka Bersama”.

Acara yang dipusatkan di Aula Gedung Baru RS PKU Muhammadiyah Surabaya ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah ikhtiar kolektif untuk melakukan “metamorfosis” diri demi meningkatkan kualitas pengabdian di bawah payung persyarikatan.

Kegiatan dimulai tepat pukul 13.30 WIB dengan suasana yang sangat khidmat. Dipandu oleh Nafilatul Karimah, S.Tr.Kes. sebagai pembawa acara, rangkaian seremonial diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ach. Muslikh. Suara qiroah yang menggema seolah memberikan ketenangan di tengah hiruk-pikuk suasana rumah sakit.

Kebersamaan semakin terasa saat seluruh hadirin berdiri tegak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, diikuti dengan Mars Muhammadiyah (Sang Surya), dan Mars RS PKU Muhammadiyah Surabaya.

Dalam sambutannya, Direktur RS PKU Muhammadiyah Surabaya, drg. Devita Eryani Putri, M.Kes menyampaikan pesan menyentuh.

“Ramadan adalah waktu terbaik bagi kita untuk melakukan kalibrasi hati. Bekerja di RS PKU bukan hanya soal kontrak profesional, tetapi kontrak iman untuk melayani umat dengan standar terbaik,” tegasnya.

Mengupas Filosofi Cipto, Roso, dan Karso
Memasuki sesi inti pertama, Ustaz Imam Sapari, SHI, MPdI (Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Surabaya) naik ke podium membawakan materi bertajuk “Optimalisasi Cipto, Roso, dan Karso dalam Kinerja di Persyarikatan”.

Ust Imam Sapari menguraikan konsep filosofis ini ke dalam dunia kerja nyata:
1. Cipto (Pikiran): Karyawan harus cerdas, inovatif, dan visioner dalam menghadapi tantangan dunia kesehatan.
2. Roso (Rasa): Pelayanan medis tanpa empati adalah raga tanpa jiwa. Beliau menekankan pentingnya keramahan dan ketulusan dalam merawat pasien.
3. Karso (Kehendak): Niat yang bulat dan kemauan keras untuk memajukan rumah sakit sebagai amal usaha Muhammadiyah yang unggul.

Pemaparan yang mendalam ini ditutup dengan sesi istirahat dan salat yang dipimpin oleh Ustaz Kukuh sebagai perwakilan MPKU PDM Kota Surabaya. Kehadiran beliau sekaligus memberikan suntikan moral bagi para pejuang kesehatan di lingkungan PDM Surabaya.

Pantun Syukur dan Semangat Etos Kerja Rasulullah
Memasuki materi kedua, suasana yang semula serius berubah menjadi cair dan penuh tawa berkat kehadiran Ustaz H. Soedjono, M.Pd. Beliau merupakan Da’i yang dikenal dengan segudang parikan (pantun Jawa) yang khas. Lewat rima-rima yang jenaka, beliau menyisipkan pesan yang sangat kuat tentang pentingnya menjaga rasa syukur dan meluruskan niat sejak keluar dari rumah menuju tempat kerja.

Menjelang waktu berbuka, suasana semakin syahdu dengan Kajian Menjelang Buka Puasa yang disampaikan langsung oleh Ketua PDM Kota Surabaya, Ustaz Ridwan. Beliau membangkitkan spirit seluruh karyawan dengan mengutip nasihat-nasihat Rasulullah SAW mengenai etos kerja.

“Rasulullah adalah pribadi yang paling giat bekerja. Kita sebagai pengikutnya, terutama yang bekerja di amal usaha kesehatan, tidak boleh loyo. Semangat bekerja adalah bagian dari ibadah yang nilainya sangat tinggi di mata Allah,” pesan Ustaz Ridwan dengan penuh wibawa.”

Acara tidak hanya berisi ceramah searah. Panitia telah menyiapkan sesi ice breaking berupa kuis interaktif. Moderator memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan maupun pengetahuan umum tentang kemuhammadiyahan. Gelak tawa pecah saat beberapa karyawan berebut menjawab demi mendapatkan hadiah menarik dan doorprize yang telah disiapkan.

Setelah azan Maghrib berkumandang, seluruh peserta menikmati hidangan berbuka puasa bersama dalam suasana kekeluargaan yang erat. Tidak ada sekat antara manajemen dan staf lapangan; semua duduk bersama menikmati rezeki Ramadan.

Rangkaian kegiatan pun berlanjut dengan pelaksanaan salat Isya dan salat Tarawih berjamaah yang diimami oleh Ustaz Muhammad Jamaluddin, M. Ag. Sebagai bentuk apresiasi dan perhatian manajemen terhadap kesejahteraan karyawan, acara diakhiri dengan pembagian Tunjangan Hari Raya (THR).

Sebelum membubarkan diri, Direktur RS PKU Muhammadiyah Surabaya kembali memberikan sesorah atau arahan penutup. Beliau berharap agar setelah kegiatan ini, ada energi baru yang lahir dalam diri setiap karyawan untuk terus memberikan pelayanan prima yang berlandaskan kasih sayang dan profesionalisme. (muhammad jamaluddin)

 

Tinggalkan Balasan

Search