Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendukung penuh langkah Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam mengusut tuntas dugaan kasus penyadapan ilegal yang menimpa Presiden Prabowo Subianto. Muhammadiyah mendesak agar proses hukum dijalankan secara adil, objektif, dan transparan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Dukungan tersebut disampaikan langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, usai membuka Musyawarah Nasional (Munas) XXXIII Tarjih Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Kamis (5/11/2026).
Haedar menegaskan bahwa penegakan hukum secara konsisten merupakan prinsip fundamental bagi Indonesia sebagai negara hukum.
“Setiap proses yang berkaitan dengan hukum, tegakkanlah secara adil, objektif, dan transparan. Saya yakin ini adalah fondasi kita, karena Indonesia adalah negara hukum,” ujar Haedar kepada awak media.
Selain mengawal pengusutan kasus penyadapan, Muhammadiyah turut mendukung Presiden Prabowo untuk tetap teguh menjalankan kepemimpinan nasional berbasis konstitusi. Haedar menekankan pentingnya kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan rakyat, persatuan, keadilan, serta kemakmuran bangsa.
Menurutnya, berbagai dinamika nasional dapat terselesaikan dengan baik jika semua pihak berpegang teguh pada prinsip konstitusional.
Masyarakat Dimbau Tetap Tenang
Menanggapi gejolak publik terkait kasus ini, Haedar mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Ia mengingatkan bahwa perkara ini sudah ditangani oleh institusi yang memiliki otoritas resmi.
Meski demikian, Haedar menegaskan masyarakat tetap memiliki ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan pandangan secara bebas. Hanya saja, perbedaan pendapat hendaknya tidak memicu perpecahan apalagi konfrontasi antarkelompok.
“Karena kasus penyadapan ini sudah ditangani pihak berwajib, masyarakat hendaknya tenang dan tidak terpecah belah. Boleh berdiskusi dan berdinamika, tetapi jangan sampai kita terbagi menjadi dua kubu yang saling berkonfrontasi,” tuturnya.
Ia menambahkan, sebagai bangsa besar dengan kompleksitas tantangan yang tinggi, kedewasaan masyarakat dalam menyikapi dinamika nasional menjadi kunci utama menjaga keutuhan NKRI.
Haedar juga berpesan kepada seluruh warga Muhammadiyah untuk terus menjaga marwah organisasi dan menjadikannya sebagai ‘rumah bersama’ bagi seluruh elemen masyarakat.
Ia berharap Muhammadiyah tetap konsisten menjadi penerang kehidupan berbangsa dan memberikan kontribusi nyata di tengah berbagai tantangan zaman.
“Jadikan Muhammadiyah itu rumah untuk semua, serta tetap memberi suluh dan manfaat bagi kehidupan umat dan bangsa,” pungkasnya.|| chusnun
