KBRI Dar es Salaam dan Muhammadiyah Resmikan Kelas Bahasa di Tanzania

KBRI Dar es Salaam dan Muhammadiyah Resmikan Kelas Bahasa di Tanzania
www.majelistabligh.id -

Pemerintah Indonesia resmi memperluas jangkauan diplomasi kebahasaan dan pendidikan di kawasan Afrika Timur. Melalui sinergi KBRI Dar es Salaam, Persyarikatan Muhammadiyah, dan Badan Bahasa Kemendikdasmen RI, kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) pertama di Afrika Timur resmi dibuka di Muslim University of Morogoro (MUM), Tanzania, pada Kamis (5/11/2026).

Peresmian fasilitas pembelajaran bahasa ini menandai babak baru hubungan bilateral kedua negara yang dihubungkan oleh Samudra Hindia.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Tanzania, Tri Yogo Jatmiko, mengapresiasi jajaran pimpinan MUM yang bersedia menjadi pelopor program bersejarah ini.

“Hari ini kita tidak sekadar membuka kelas bahasa, tetapi juga membuka pintu bagi masyarakat Tanzania untuk mengenal Indonesia lebih dekat, mempererat persahabatan, dan menjajaki berbagai peluang kolaborasi baru,” ujar Tri Yogo.

Guna memastikan kualitas pengajaran hingga 15 Maret 2027 mendatang, Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra Kemendikdasmen menugaskan dua akademisi Muhammadiyah sebagai tenaga pengajar BIPA, yakni Ismail Sangkala (Universitas Muhammadiyah Makassar) dan Ahmad Furqoni (Universitas Muhammadiyah Tangerang).

Pintu Masuk Beasiswa dan Kerja Sama Multisektor

Selain penguatan bahasa, program ini dirancang sebagai jembatan strategis internasionalisasi Muhammadiyah. KBRI Dar es Salaam turut memfasilitasi akses beasiswa pascasarjana bagi civitas akademika MUM di berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia.

Di hadapan akademisi MUM, Dubes Tri Yogo memaparkan rekam jejak Muhammadiyah sejak 1912 sebagai salah satu organisasi Islam terbesar dunia yang mengelola 164 perguruan tinggi, ratusan rumah sakit, dan ribuan sekolah. Nilai-nilai transformasi sosial inilah yang diharapkan dapat menginspirasi kemitraan lanjutan dengan MUM.

Sinergi empat pilar—diplomasi pemerintah, penggerak edukasi kementerian, perguruan tinggi lokal, dan jaringan pendidikan Muhammadiyah—diharapkan tidak berhenti pada penguasaan bahasa. Ke depan, kerja sama ini ditargetkan berkembang ke program pertukaran dosen, riset bersama, hingga kolaborasi di bidang kesehatan dan ekonomi. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search