Keagungan di Balik Senyuman

Keagungan di Balik Senyuman
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

​”Smile when people talk about your weaknesses. Because, if your weaknesses are so interesting for them to discuss, imagine how extraordinary the value of your strengths are”
“(Tersenyumlah saat orang membicarakan kekuranganmu. Sebab, jika kekuranganmu saja begitu menarik untuk mereka bahas, bayangkan betapa luar biasanya nilai kelebihanmu)”

​Dunia mungkin sibuk mencari celah, namun ketenanganmu adalah bukti kematangan jiwa. Jadikan cibiran sebagai pengangkat derajat, karena hanya pohon berbuah manis yang sering dilempari batu. Tetaplah bercahaya, meski dalam penilaian manusia yang fana. Allah SWT berfirman,
وَعِبَادُ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلْجَٰهِلُونَ قَالُوا۟ سَلَٰمًا
Artinya:
“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.”(Qs. Al-Furqan: 63)

Ayat ini menjelaskan karakter Ibadurrahman yang memiliki ketenangan jiwa. Mereka tidak membalas keburukan dengan keburukan, melainkan dengan kedamaian (kata-kata yang menyelamatkan dari dosa).

​Dalam hadis, Dari Abu Dzar, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ
Artinya:
Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.(HR at-Tirmidzi No. 1956), (Ibnu Hibban No. 474 dan 529)

Hadis ini mengajarkan bahwa senyum adalah bentuk kebaikan non materiil yang sangat bernilai, mudah dilakukan, mempererat silaturahmi, dan membawa pahala setara sedekah, menegaskan bahwa amalan sederhana bisa mendatangkan pahala besar di sisi Allah SWT.

Jadi, ​cercaan orang lain tidak akan mengurangi nilai dirimu di mata Allah selama engkau menyikapinya dengan sabar dan senyuman. Fokuslah memperbaiki diri, bukan mengklarifikasi persepsi.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Search