Kekafiran: Menguasai Dunia Untuk Mengkolonisasi Negeri Islam

Kekafiran: Menguasai Dunia Untuk Mengkolonisasi Negeri Islam
*) Oleh : Dr. Slamet Muliono Redjosari
Wakil Ketua Majelis Tabligh PW Muhammmadiyah Jatim
www.majelistabligh.id -

Al-Qur’an membongkar agenda terselubung hati-hati manusia yang memiliki agenda menghinakan Islam. Mereka digambarkan memiliki ambisi dan ketamakan dunia yang sulit dihentikan. Kekayaan yang dikumpulkan bukan sekedar dinikmati sepuas-puasnya tetapi dipergunakan untuk menghinakan negeri-negeri yang berpenduduk mayoritas Islam.

Mengeksploitasi kekayaan negeri muslim bukan sekedar motif ekonomi-politik, tetapi sebagai bagian dari ideologi untuk menghinakannya. Oleh karenanya, spirit neo-kolonialisme dan misionarisme menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan dan akan terus berlansung hingga negeri-negeri muslim patuh dan tunduk pada aturan yang mereka sebarkan secara terselubung.

Watak Hedonistik

Kehidupan dunia bukan hanya menarik hati tetapi juga menutup mata atas terjadinya ketidakadilan. Dikatakan menarik hati karena tidak ada satu mata pun terpejam untuk terus menikmati dan menumpuk kekayaan dunia. Dikatakan menutup mata atas ketidakadilan karena tidak membuat hati tergerak untuk menghentikannya.

Al-Qur’an menggambarkan lebih detail bahwa ada sekelompok manusia yang mengejar dunia secara eksploitatif, dan kekayaan itu dipergunakan untuk menindas dan menghinakan umat Islam. Watak hedonistik dan kolonialistik disandarkan pada orang kafir, dan hal itu digambarkan Al-Qur’an secara deskripstif sebagaimana firman-Nya :

 

زُيِّنَ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُوْنَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۘ وَا لَّذِيْنَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ وَا للّٰهُ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَآءُ بِغَيْرِ حِسَا بٍ

Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kafir, dan mereka menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.” (QS. Al-Baqarah : 212)

Dunia yang indah benar-benar menakjubkan orang kafir sehingga mereka ingin menguasai dan menaklukkannya. Oleh karena negeri mereka terbatas sumberdaya alamnya, maka mereka melirik negeri-negeri muslim yang kaya sumberdaya alam, dan memungkinkan untuk dihegemoni.

Untuk menguasai kekayaan alam negeri muslim tidak mungkin melakukan hard kolonialisme (dengan mengirimkan tentara), tetapi dengan menggunakan soft kolonialisme. Salah satu bentuk soft kolonialisme di antaranya, dengan melakukan politik suap terhadap elite politik, atau dengan melakukan politik adu domba di antara elemen masyarakat.

Adapun penghinaan terhadap umat Islam dilakukan dengan mengeksploitasi sumberdaya negeri-negeri Islam, baik secara langsung mapun tak langsung. Mereka mendatangi negeri-negeri muslim untuk mengeksploitasi semaksimal mungkin. Mereka melakukan lobbying terhadap penguasa atau elite muslim, sebagai pintu masuk, untuk mengeksploitasi kekayaan alamnya.

Tidak sedikit negeri muslim menjadi sasaran neo-kolonialisme. Negeri kafir  mengeksploitasi sumberdaya alam negeri muslim, tanpa peduli dengan adanya ketidakadilan aberupa penderitaan warga muslim. Elite negeri muslim hidup dalam kemewahan, sementara rakyatnya sebagian besar hidup dalam serba terbatas dan bahkan sangat nmenderita.

Menjual Akhirat

Kecintaan orang kafir pada dunia yang demikian tinggi dan kebenciannya pada komunitas muslim tidak lagi peduli pada urusan hidup sesudah mati. Bahkan cinta buta pada dunia telah menutup mata orang kafir hingga berspekulasi besar dengan menukar akheratnya dengan dunia. Artinya mereka mengesampingkan nilai-nilai akherat demi untuk mendapatkan dunia secara total. Hal ini dinarasikan Al-Qur’an dengan baik sebagaimana firman-Nya :

اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ اشْتَرَوُا الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا بِا لْاٰ خِرَةِ ۖ فَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَا بُ وَلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَ

Mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat. Maka tidak akan diringankan azabnya dan mereka tidak akan ditolong.” (QS. Al-Baqarah :  86)

Ketamakan dunia telah memperbudak dirinya tanpa mempedulikan nasibnya di akherat. Mimpi besar atas dunia ini mendorong dirinya untuk hidup lebih lama. Al-Qur’an menggambarkan mimpi besar itu sebagaimana firman-Nya :

وَلَتَجِدَنَّهُمْ اَحْرَصَ النَّا سِ عَلٰى حَيٰوةٍ  ۛ  وَ مِنَ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْا  ۛ  يَوَدُّ اَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ اَ لْفَ سَنَةٍ ۚ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهٖ مِنَ الْعَذَا بِ اَنْ يُّعَمَّرَ ۗ وَا للّٰهُ بَصِيْرٌ بِۢمَا يَعْمَلُوْنَ

Dan sungguh, engkau (Muhammad) akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi), manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) dari orang-orang musyrik. Masing-masing dari mereka ingin diberi umur seribu  tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.”(QS. Al-Baqarah : 96)

Mimpi untuk hidup lebih panjang bukannya membuat hidupnya memberi kebaikan kepada orang lain, tetapi justru memproduksi banyak nilai-nilai keburukan. Dengan menguasai dunia, dengan berbagai kekayaan, orang-orang kafir memproduksi ketidakadilan sosial dan hkesewenang-wenangan. Kekayaan yang menumpuk tidak menghentikan dirinya untuk terus mengeksploitasi sumberdaya alam. Hal ini mendorong dirinya semakin kaya dan memproduksi hidup mewah-foya-foya.

Dalam konteks menghinakan Islam, kekayaannya justru dimanfaatkan untuk menindas dan membiarkan umat Islam dalam penderitaan, baik kemiskinan maupun ketidakberdayaan. Bahkan dalam konteks ini, mereka memerangi umat Islam dengan menyebarkan nilai-nilai yang bertentangan dengan Islam.

Menyebarkan dan membolehkan praktek hidup sesama jenis (LGBT) dengan alasan HAM, membiarkan praktek perzinaan, peredaran minuman keras dan narkoba secara luas, melegalisasi perjudian, atau pelanggaran nilai-nilai Islam merupakan gejala dan fenomena yang sengaja dibiarkan meluas. Dan bahkan nilai-nilai yang bertentangan dengan Islam dilegalisasi agar umat Islam semakin lemah. Inilah meruntuhkan Islam tanpa melalui peperangan.

Situasi seperti ini sengaja diciptakan melanda umat Islam. Setelah elite politik muslim dirusak kenegarawannya, kemudian sumber kekayaan alam dieksploitasi, dan nilai-nilai Islam  dilemahkan, maka umat Islam akan menjadi lamb duck (bebek lemah) yang mudah dibuat mainan sesuai dengan kepentingannya. Inilah puncak neo-kolonialisme di negeri-negeri muslim.

Surabaya, 15 Desember 2025

 

 

Tinggalkan Balasan

Search