Kekuasaan: Menegakkan Janji Allah atau Tergoda Fitnah Duniawi

Kekuasaan: Menegakkan Janji Allah atau Tergoda Fitnah Duniawi
*) Oleh : Dr. Slamet Muliono Redjosari
Wakil Ketua Majelis Tabligh PW Muhammadiyah Jatim
www.majelistabligh.id -

Allah menjanjikan umat Islam akan berkuasa dengan kokoh, keamanan tercipta dimana-mana. Namun janji itu memiliki syarat tunggal, yakni mengagungkan Allah dengan seagung-agungnya tanpa mengagungkan yang lain. Namun fakta terbalik dimana kaum muslimin melupakan Allah dan mengagungkan yang lain dan menyandarkan hidup kepada selain Allah.

Kekuasaan : Janji dan Amanah

Kekuasaan akan kokoh seiring dengan pengagungkan terhadap Allah dengan seagung-agungnya. Kekuasaan yang agung selaras dengan pengagungkan kepada Allah. Di situlah Allah akan ikut campur membantu kokohnya kekuasaan. Hal ini sebagaimana termaktub sebagaimana firman-Nya :

وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْادُوْا مِنْكُمْ وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَـيَسْتَخْلِفَـنَّهُمْ فِى الْاَ رْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِى ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَـيُبَدِّلَــنَّهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًا ۗ يَعْبُدُوْنَنِيْ لَا يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْـئًــا ۗ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

Artinya: “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Dengan kata lain, kekuasaan yang kokoh merupakan janji Allah kepada umat Islam yang beriman dan beramal saleh. Namun, kekuasaan juga merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Umat Islam harus memastikan bahwa kekuasaan mereka digunakan untuk menegakkan agama Allah dan menyebarkan kebaikan.

Namun, banyak manusia yang melupakan Allah dan mengagungkan yang lain. Mereka merasa sombong dengan mengedepankan kepintarannya dan lupa atas keterlibatan Allah dalam mengatasi kesulitannya. Hal ini ditegaskan Allah sebagaimana firman-Nya :

فَاِ ذَا رَكِبُوْا فِى الْفُلْكِ دَعَوُا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَـهُ الدِّيْنَ ۚ فَلَمَّا نَجّٰٮهُمْ اِلَى الْبَـرِّ اِذَا هُمْ يُشْرِكُوْنَ

Artinya: “Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) menyekutukan (Allah).”

Manusia juga cenderung melupakan Allah ketika mereka telah mendapatkan kekuasaan dan kenikmatan. Mereka merasa bahwa kekuasaan dan kenikmatan itu adalah hasil dari kepintaran dan usaha mereka sendiri. Allah berfirman sebagaimana dalam Al-Qur’an :

فَاِ ذَا مَسَّ الْاِ نْسَا نَ ضُرٌّ دَعَا نَا ۖ ثُمَّ اِذَا خَوَّلْنٰهُ نِعْمَةً مِّنَّا ۙ قَا لَ اِنَّمَاۤ اُوْتِيْتُهٗ عَلٰى عِلْمٍ ۗ بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَّلٰـكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ

Artinya: “Maka apabila manusia ditimpa bencana dia menyeru Kami, kemudian apabila Kami memberikan nikmat Kami kepadanya dia berkata, “Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah karena kepintaranku.” Sebenarnya, itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
(QS..Azzumar : 39)

Kekuasaan yang melupakan Allah akan membawa kepada kehancuran dan kebinasaan. Allah akan menghukum mereka yang melupakan-Nya dan menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Oleh karena itu, umat Islam harus menggunakan kekuasaan mereka untuk menegakkan agama Allah dan menyebarkan kebaikan.

Betapa banyak kekuasaan yang dipegang kepada kaum muslimin namun jatuh secara tragis karena mengabaikan keagungan Allah. Tragisnya lagi, kekuasaan justru berbaik dengan menyandarkan kuasa pada selain Allah hingga tersebar berbagai kemaksiatan yang semuanya berujung pengabaian hukum – hukum Allah hingga tersebar kejahatan dan kemaksiatan karena jauh dari aturan Allah dan rasul-Nya.

Masjidil haram, 15 Maret 2026

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Search