Gadget-mu mahal atau tidak, canggih atau biasa, layarnya retak atau mulus, belinya tunai atau mencicil. Jangan sampai benda gepeng ini bersaksi dengan lantang di hadapan Allah: “Aku lebih sering dinyalakan untuk maksiat pandangan daripada membuka ayat-ayat-Mu.”
Padahal Allah titipkan teknologi ini bukan untuk melalaikan, melainkan untuk mempermudah ibadah dan ladang pahala.
Kelak yang dihisab bukan seberapa estetik feeds medsosmu atau banyaknya pengikutmu. Tapi, untuk apa kuota dan umur jarimu dihabiskan?
Semoga gadget ini kelak menjadi saksi ketaatan di padang mahsyar, bukan justru menjadi tali yang menyeret kita ke neraka.
Self-reminder mendalam untuk kita semua yang tidak bisa lepas dari layar setiap harinya. Semoga gawai yang kita pegang saat ini menuntun kita ke surga, bukan sebaliknya. (*)
