Keluarga dan Jabatan: Amanah yang Akan Dipertanyakan

*) Oleh : Ferry Is Mirza
jurnalis senior dan aktivis Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Saudaraku seiman yang dirahmati Allah, banyak orang sangat berhati-hati menjaga jabatan, tapi sering lupa menjaga rumah tangga. Ada yang takut dimarahi atasan, tapi tidak takut menyakiti pasangan. Padahal di hadapan Allah, suami, istri, dan jabatan semuanya adalah amanah—dan semuanya akan ditanya.

  1. Setiap Kita Adalah Pemimpin dan Akan Dimintai Pertanggungjawaban

Dalil hadis: Kullukum rā‘in wa kullukum mas’ūlun ‘an ra‘iyyatih.

Terjemahan: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari Muslim)

Penjelasan: Suami pemimpin bagi keluarganya. Istri pemimpin di rumah suaminya. Pejabat/karyawan pemimpin atas amanah jabatannya. Tidak ada yang lolos dari pertanyaan Allah.

  1. Jabatan Bukan Kehormatan, Tapi Beban Pertanyaan

Dalil Hadits: Innahā amānah, wa innahā yaumal-qiyāmati khizyun wa nadāmah.

Terjemahan: “Sesungguhnya jabatan itu adalah amanah, dan pada hari kiamat ia menjadi kehinaan dan penyesalan.” (HR. Muslim)

Makna: Jabatan bukan sekadar status, tapi tanggung jawab. Jika disalahgunakan menjadi penyesalan. Jika amanah menjadi kemuliaan

  1. Rumah Tangga Juga Amanah yang Akan Ditanya

Dalil Al-Qur’an: Yā ayyuhal-ladzīna āmanū qū anfusakum wa ahlīkum nārā.

Terjemahan: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)

Pesan Ayat: Allah tidak hanya bertanya tentang pekerjaan, tapi juga:

Apakah keluarga dijaga dari dosa?

Apakah pasangan diperlakukan dengan adil?

Apakah rumah menjadi tempat taat atau maksiat?

  1. Contoh Riil di Kehidupan Sehari-hari

1: Suami sibuk jabatan

Ada suami: disiplin di kantor, ramah pada atasan

Tapi: kasar pada istri, lalai mendidik anak

Di hadapan Allah, jabatan tidak menutupi dosa di rumah.

2: Istri Amanah Tapi Terlena Status

Ada istri: bangga status sosial, aktif organisasi

Tapi: lalai melayani keluarga, rumah kehilangan ketenangan

Aktif di luar tidak menggugurkan amanah di dalam rumah.

3: Pasangan Sama-sama Bekerja

Suami dan istri sama-sama bekerja: Jika saling menguatkan menjadi pahala. Jika saling menuntut tanpa empati, menjadi dosa.

Amanah tidak saling meniadakan, tapi saling melengkapi. Pertanyaan di akhirat bukan tentang jabatan, tapi amanah.

Saudaraku seiman yang dimuliakan Allah, Di akhirat kelak, Allah tidak bertanya: “Jabatanmu apa?” Tapi bertanya: “Amanahmu kau jaga atau kau khianati?”

Rumah tangga adalah amanah. Jabatan adalah amanah. Dan semuanya akan dipertanyakan.

Penutup Doa Singkat

Allāhummaj‘alnā minal-umanā’i fī buyūtinā wa a‘mālinā.

“Ya Allah, jadikan kami orang-orang yang amanah dalam rumah tangga dan pekerjaan kami.”

In syaa Allah bermanfaat, silakan dishare untuk meraih pahala amal jariyah. || fimdalimunthe55@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Search