Keluarga Marsinah Raih Penghormatan Khusus dari Muhammadiyah Jawa Timur

Keluarga Marsinah Raih Penghormatan Khusus dari Muhammadiyah Jawa Timur
www.majelistabligh.id -

Perayaan Milad Ke-113 Muhammadiyah di Gedung Muhammadiyah Jawa Timur, Sabtu (29/11/2025), menghadirkan suasana khidmat ketika PWM Jawa Timur memberikan penghargaan khusus kepada Marsinah, aktivis buruh yang kini tercatat sebagai Pahlawan Nasional. Penghargaan tersebut diberikan langsung di hadapan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti—yang juga Sekretaris Umum PP Muhammadiyah—menjadikannya momen yang sarat makna bagi sejarah perjuangan dan pendidikan Muhammadiyah.

Ketua PWM Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM menyerahkan piagam penghargaan tersebut kepada Marsini, kakak kandung Marsinah, yang hadir mewakili keluarga. Prosesi penyerahan turut didampingi oleh Ketua PDM Nganjuk, Ustaz Juari, yang mendampingi keluarga Marsinah sejak awal acara hingga penerimaan penghargaan berlangsung.

Dengan mata berkaca-kaca, Marsini menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas perhatian Muhammadiyah yang tidak pernah putus kepada almarhumah adiknya.

“Kami sampaikan banyak terima kasih atas perhatian Muhammadiyah selama ini, kami berharap santunan yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk membangun musala sebagai amal jariyah bagi masyarakat,” ujarnya.

Marsinah—yang lahir di Nganjuk pada 10 April 1969—dikenal sebagai ikon perjuangan buruh Indonesia yang berdiri teguh menuntut keadilan. Namun tidak banyak yang menyadari bahwa ia merupakan bagian dari ekosistem pendidikan Muhammadiyah. Ia adalah alumnus SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk dan lulus pada tahun 1989. Di sekolah tersebut, benih keberanian dan kepeduliannya pada kaum lemah dipupuk sejak dini.

SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk sendiri telah lebih dahulu memberikan penghormatan melalui piagam bertanggal 24 Mei 2015 yang sempat viral di media sosial. Piagam itu menegaskan Marsinah sebagai “Pejuang dan Pahlawan Kaum Buruh”, ditandatangani Kepala Sekolah M. Luqman Harun, S.Sos, serta diketahui Wakil Ketua PDM Kabupaten Nganjuk, Drs. H. Mursyid Arifin.

Penghargaan dari PWM Jatim pada Milad kali ini menjadi penguatan bahwa nilai perjuangan Marsinah tetap relevan dan diakui secara formal dalam lingkungan Muhammadiyah.

Ketua PDM Nganjuk, Ustaz Juari, memberikan pernyataan khusus terkait penghargaan tersebut. “Alhamdulillah… Kami menyampaikan terima kasih kepada PWM sekaligus turut empatik atas tragedi yang pernah terjadi. Semoga penghargaan ini menjadi penguat bagi keluarga,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya meneruskan spirit perjuangan Marsinah melalui jalur pendidikan, terutama di almamaternya, SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk, agar nilai keberanian, kejujuran, dan keadilan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Penghargaan yang diberikan di hadapan Mendikdas Prof. Abdul Mu’ti ini menunjukkan bahwa perjuangan Marsinah memiliki tempat yang sangat penting bukan hanya dalam sejarah gerakan buruh nasional, tetapi juga dalam perjalanan panjang pendidikan Muhammadiyah. Spirit itu kini dihidupkan kembali melalui simbol penghormatan, melalui keluarga yang hadir, serta melalui sekolah yang pernah ditempatinya—menegaskan bahwa keteladanan Marsinah terus mengaliri ruang-ruang pendidikan dan kesadaran sosial di Indonesia. (m roissudin)

Tinggalkan Balasan

Search