Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyiapkan program strategis berupa pengembangan 1.000 Doktor untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi di lingkungan pesantren.
Program yang berlangsung pada periode 2027–2031 ini diawali dengan pemetaan kebutuhan dosen serta pemetaan potensi lulusan di 95 Ma’had Aly di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Pesantren, Basnang Said, menyampaikan hal tersebut saat membuka Forum Konsultasi Akademik Nasional dan Pemetaan Kebutuhan Kurikulum Ma’had Aly di Tangerang, Kamis (5/11/2026).
Menurut Basnang, penguatan sumber daya manusia (SDM) di Ma’had Aly—lembaga pendidikan tinggi keislaman berbasis kitab kuning—memerlukan perencanaan jangka menengah yang terukur. Pemetaan tidak hanya berfokus pada kuantitas pengajar, tetapi juga mencakup kebutuhan spesifik bidang keilmuan, rasio mahasantri, kualifikasi akademik, hingga rekrutmen alumni berpotensi.
“Kita harus memiliki peta kebutuhan dosen secara jelas selama lima tahun ke depan dan memperjuangkannya,” ujar Basnang.
Hasil pemetaan ini nantinya akan menjadi dasar Kemenag untuk menjajaki kerja sama beasiswa pendidikan lanjutan bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dengan demikian, alokasi studi magister maupun doktor dapat menyasar program studi yang membutuhkan, seperti sejarah peradaban Islam, hadis, fikih, dan tafsir.
Selain peningkatan kapasitas pengajar, Basnang turut menyoroti efektivitas sarana dan prasarana. Ia menilai Ma’had Aly perlu memiliki fasilitas fisik yang representatif agar dapat menyelenggaraan perkuliahan, penelitian, dan pengabdian masyarakat secara optimal, setara dengan perguruan tinggi keagamaan maupun perguruan tinggi umum.
“Ma’had Aly adalah perguruan tinggi. Kedudukannya setara dengan UIN maupun kampus umum lainnya,” tegasnya.
Untuk menyikapi masih adanya Ma’had Aly yang berbagi ruang belajar dengan satuan pendidikan lain di pesantren, Kemenag merencanakan penyusunan prototipe atau model bangunan kampus standar. Pembangunan fasilitas khusus ini diproyeksikan mulai berjalan pada 2027 untuk 5 hingga 10 Ma’had Aly yang memenuhi kriteria kesiapan lahan, urgensi kebutuhan, dan ketersediaan anggaran. (*/tim)
