Kemuliaan dan Janggung Jawab Manusia

Kemuliaan dan Janggung Jawab Manusia
*) Oleh : Muhammad Nashihudin, MSi
Ketua Majelis Tabligh PDM Jakarta Timur
www.majelistabligh.id -

Manusia sebagai makhluk yang mulia! Dalam Islam, manusia dianggap sebagai makhluk yang mulia karena diciptakan oleh Allah SWT dengan bentuk yang sebaik-baiknya dan diberi kemampuan untuk berpikir, berbicara, dan melakukan perbuatan yang baik. Berikut beberapa aspek yang terkait dengan kemuliaan manusia:

Kemuliaan Manusia
1. Diciptakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya, manusia diciptakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya dan diberi kemampuan untuk berpikir dan berbicara.
2. Diberi Amanah: Manusia diberi amanah untuk menjadi khalifah di bumi dan memelihara alam semesta.
3. Memiliki Kemampuan untuk Berbuat Baik: Manusia memiliki kemampuan untuk berbuat baik dan melakukan perbuatan yang mulia.

Tanggung Jawab Manusia
1. Menggunakan Kemampuan dengan Bijak: Manusia harus menggunakan kemampuan yang diberikan dengan bijak dan tidak menyalahgunakan.
2. Memelihara Alam Semesta: Manusia harus memelihara alam semesta dan tidak merusaknya.
3. Berbuat Baik kepada Sesama: Manusia harus berbuat baik kepada sesama manusia dan makhluk lainnya.

Manfaat Mengakui Kemuliaan Manusia
1. Meningkatkan Rasa Percaya Diri: Mengakui kemuliaan manusia dapat meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri.
2. Membangun Akhlak yang Baik: Mengakui kemuliaan manusia dapat membangun akhlak yang baik dan mulia.
3. Menggunakan Kemampuan dengan Baik: Mengakui kemuliaan manusia dapat menggunakan kemampuan dengan baik dan melakukan perbuatan yang mulia.

Dengan mengakui kemuliaan manusia, kita dapat meningkatkan rasa percaya diri, membangun akhlak yang baik, dan menggunakan kemampuan dengan baik untuk melakukan perbuatan yang mulia.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِ نْسَا نَ فِيْۤ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,”
(QS. At-Tin 95: Ayat 4)

ثُمَّ رَدَدْنٰهُ اَسْفَلَ سَا فِلِيْنَ

kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya,”
(QS. At-Tin 95: Ayat 5)

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.”
(QS. At-Tin 95: Ayat 6)

1. Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan manusia panca indra agar dapat menerima kebenaran

وَا للّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْــئًا ۙ وَّ جَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ وَا لْاَ بْصٰرَ وَا لْاَ فْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 78)

2. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menghinakan manusia jika mereka menolak kebenaran

وَلَـقَدْ ذَرَأْنَا لِجَـهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَا لْاِ نْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اٰذَا نٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَا ۗ اُولٰٓئِكَ كَا لْاَ نْعَا مِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ

Dan sungguh, akan Kami isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 179)

 

Tinggalkan Balasan

Search