Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hamim Ilyas, menegaskan bahwa kebutuhan akan kepastian waktu menjadi salah satu tuntutan utama kehidupan manusia modern. Hal itu disampaikannya dalam podcast Jejak Ulama Tarjih yang tayang di Tarjih Channel.
Menurutnya, perkembangan peradaban modern menuntut sistem penanggalan yang pasti, seragam, dan dapat dijadikan rujukan bersama, termasuk dalam penentuan waktu ibadah umat Islam. “Manusia modern itu membutuhkan kepastian waktu. Itu bagian dari kebutuhan hidup yang baik,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, Muhammadiyah mengembangkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai solusi atas perbedaan penentuan awal bulan Hijriah yang selama ini kerap terjadi. Hamim menjelaskan bahwa perubahan metode penentuan kalender Islam—dari rukyat, hisab, hingga KHGT—merupakan bagian dari dinamika ijtihad yang selaras dengan kebutuhan zaman.
“Kepastian waktu itu penting, termasuk untuk hal sederhana seperti menentukan kapan mudik atau merayakan hari raya bersama keluarga,” katanya.
Ia menilai, ketidakseragaman penentuan hari raya tidak hanya berdampak pada aspek ibadah, tetapi juga pada aspek sosial, seperti disharmoni dalam keluarga yang berbeda pilihan metode.
Lebih jauh, Hamim mengaitkan kepastian waktu dengan konsep hayah thayyibah, yakni kehidupan yang baik sebagaimana diajarkan dalam Islam. Kehidupan yang baik, menurutnya, ditandai oleh tiga hal: kesejahteraan, kedamaian, dan kebahagiaan. “Kepastian waktu itu mendukung terciptanya hidup yang sejahtera, damai, dan bahagia,” ungkapnya.
Karena itu, ia menilai bahwa sistem kalender yang pasti dan global bukan sekadar persoalan teknis, melainkan bagian dari upaya mewujudkan nilai-nilai Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Pandangan tersebut sejalan dengan karakter pemikiran Muhammadiyah yang menempatkan Islam sebagai ajaran yang fungsional dan berdampak nyata. Sejak era Ahmad Dahlan, Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan amal yang menekankan implementasi ajaran dalam kehidupan sosial.
Dalam kerangka itu, KHGT tidak hanya dipandang sebagai inovasi kalender, tetapi juga sebagai instrumen untuk memperkuat keteraturan sosial umat Islam di tengah dunia modern.
Hamim optimistis bahwa dengan adanya kepastian waktu melalui KHGT, umat Islam akan lebih siap menghadapi tantangan global yang menuntut efisiensi, koordinasi, dan kepastian dalam berbagai aspek kehidupan.
“Kita ini hidup di dunia yang serba terukur dan terjadwal. Maka umat Islam juga harus memiliki sistem waktu yang pasti,” tegasnya.
Melalui gagasan tersebut, Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa kehilangan pijakan pada nilai-nilai dasar ajaran. (*/tim)
