Bukankah setiap kali engkau melihat sesuatu.. hatimu sudah diberi isyarat? Ini baik… atau ini buruk… Namun engkau diam … membiarkan nafsu menjawab… dan akalmu pun akhirnya ikut membenarkan.
Bukan engkau tidak tahu… bukan engkau tidak mengerti… tetapi karena nafsumu lebih kau turuti… daripada panggilan Tuhanmu sendiri.
Allah berfirman dalan Al-Qur’an Surah Al-Jatsiyah: 23
اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِ ۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ
Artinya: Tahukah kamu (Nabi Muhammad), orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan dibiarkan sesat oleh Allah dengan pengetahuan-Nya,688) Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya, siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Apakah kamu (wahai manusia) tidak mengambil pelajaran?
688) Allah membiarkan orang itu sesat karena Allah mengetahui bahwa ia tidak menerima petunjuk yang Dia berikan kepadanya.
Rasulullah bersabda:
Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas ( HR. Bukhori dan Muslim)
Hati nurani dan akal sehat sudah menunjukkan jalan kebenaran, tetapi hawa nafsu sering kali menarik kita ke arah yang berlawanan.
Perspektif Islam
* Akal adalah anugerah Allah untuk membedakan yang baik dan buruk.
* Nafsu adalah dorongan dalam diri manusia yang bisa membawa pada kebaikan (jika dikendalikan) atau keburukan (jika dibiarkan).
* Allah berfirman dalam QS. Asy-Syams ayat 8:
فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
Artinya: “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketakwaannya.”
Manusia diberi potensi untuk memilih, dan tugas kita adalah menguatkan takwa agar akal menang atas nafsu.
Ilustrasi Praktis
* Akal tahu: Salat tepat waktu itu benar.
* Nafsu memilih: Menunda karena asyik bermain atau menonton.
* Solusi: Melatih disiplin dengan mengingat bahwa shalat adalah kewajiban dan sumber ketenangan.
* Akal tahu: Jujur itu benar.
* Nafsu memilih: Berbohong untuk keuntungan sesaat.
* Solusi: Mengingat bahwa kejujuran membawa keberkahan, sedangkan kebohongan merusak kepercayaan.
Wahai hati mengkin engkau sudah menjaga sholatmu, menjaga lisanmu, menjaga amalmu, di hadapan manusia. Namun pernahkan engakau menangis karena merasa lebih baik dari orang lain?
Pernahkah engkau sadar, bahwa saat engkau merasa “lebih” di situlah engkau sedang jatuh paling dalam.
Kekalahanmu bukanlah yang paling menyakitkan. Yang paling menyakitkan adalah ketika engkau tidak lagi merasa bersalah, ketika dosa merasa biasa, ketika hati tidak lagi bergetar, ketika air mata tak lagi jatuh saat mengingat Allah.
Allah berfirman:
وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
Artinya: Janganlah kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah sehingga Dia menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik (QS. Al-Hasyr: 19).
Wahai hati, jika hari ini engkau masih merasa sakit, masih merasa gelisah setelah berbuat dosa, masih ingin kembali. Maka bersyukurlah, karena itu tanda Allah masih memanggilmu. Masih ada jalan pulang meski kakimu lemah, meski hatimu kotor, meski dosamu menumpuk seperti gunung.
Karena Allah juga berfirman:
۞ قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya.663) Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
663) Semua dosa bisa diampuni Allah Swt., kecuali dosa syirik (lihat surah an-Nisā’/4: 48).
Nafsu akan terus menang jika engkau berhenti melawan dan hatimu akan mati jika engakau berhenti merasa bersalah. Namun selama engkau masih ingin kembali, meski kakimu tertatih Allah akan tetap membuka pintu-Nya untukmu.
Cara Menguatkan Akal Mengalahkan Nafsu
• Dzikir dan doa: Memohon agar hati diteguhkan di atas kebenaran.
• Puasa: Melatih pengendalian diri terhadap dorongan nafsu.
• Lingkungan baik: Berteman dengan orang yang mengingatkan pada kebaikan.
* Ilmu: Memperdalam pengetahuan agama agar akal semakin kuat menghadapi godaan.
