“This world is only a stopover, while the eternal one is living after death”
“(Dunia ini hanya tempat persinggahan, sedangkan yang abadi ialah hidup setelah kematian)”
Pada saat jasad tak lagi bernyawa, semua ambisi duniawi akan lenyap seketika, dan yang tersisa hanyalah penyesalan. Layaknya seorang dewasa yang sudah tak lagi peduli dengan mainan masa kecilnya. Begitulah kita nanti saat berhadapan dengan akhirat. Segala masalah, harta, dan jabatan yang kita perebutkan hari ini, akan terasa remeh dan tidak penting. Allah berfirman,
كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوٓا۟ إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَىٰهَا
Artinya:
“Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari. “(Qs.An-Nazi’at : 46)
Ayat ini menegaskan bahwa kehidupan dunia hanyalah sesaat. Ketika manusia menghadapi hari kiamat, mereka akan sadar bahwa waktu yang mereka habiskan di dunia terasa seperti hanya sebentar, yaitu seolah-olah hanya sore atau pagi hari saja. Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ : يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُصْبَغُ فِى النَّارِ صَبْغَةً ثُمَّ يُقَالُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطُّ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيمٌ قَطُّ فَيَقُولُ لاَ وَاللَّهِ يَا رَبِّ. وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النَّاسِ بُؤْسًا فِى الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُصْبَغُ صَبْغَةً فِى الْجَنَّةِ فَيُقَالُ لَهُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطُّ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطُّ فَيَقُولُ لاَ وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا مَرَّ بِى بُؤُسٌ قَطُّ وَلاَ رَأَيْتُ شِدَّةً قَطُّ
Artinya:
“Dari Anas bin Malik, dia berkata: Rosulullah Saw bersabda, “Pada hari kiamat akan didatangkan seseorang dari penghuni neraka yang paling banyak mendapatkan kenikmatan dunia, lalu dia dicelupkan sekali saja ke dalam neraka, lalu setelah itu dia ditanya, ‘Wahai anak Adam, apakah kau pernah melihat kebaikan meskipun sedikit ? Apa kau pernah merasakan kenikmatan meskipun sedikit ? ‘ Dia menjawab: ‘Tidak, demi Allâh, wahai Rabb.’
Kemudian akan didatangkan seseorang dari penghuni surga yang paling sengsara di dunia, kemudian dia ditempatkan dalam surga sebentar, setelah itu dia ditanya, ‘Hai anak Adam, apa kau pernah melihat kesengsaraan meski sedikit ? Apa kau pernah merasa kesusahan meski sedikit ? ‘Dia menjawab, ‘Tidak, demi Allâh, wahai Rabb, aku tidak pernah merasa sengsara sedikit pun dan aku tidak pernah melihat satu kesusahan pun’.” (HR. Muslim No.2807)
Oleh sebab itu, Segala yang kita perjuangkan di dunia ini hanyalah ilusi. Hanya amal shalih yang akan menemani kita di alam kubur dan menjadi bekal menuju akhirat. Jadikanlah dunia sebagai ladang amal, *bukan tujuan akhir.
Semoga bermanfaat.
