Ketika Ibadah Tidak Membuat Kaya: Menjawab Keraguan dengan Kacamata Islam

Ketika Ibadah Tidak Membuat Kaya: Menjawab Keraguan dengan Kacamata Islam
*) Oleh : Chandra Aditya
Anggota Majelis Tabligh PDM Kota Kediri
www.majelistabligh.id -

‎Saudaraku…di dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita sering mendengar keluhan dari sebagian orang yang tengah berada dalam kesulitan ekonomi atau keterbatasan hidup. Mereka berkata:
‎”Sudah capek-capek bekerja, kok tidak kaya-kaya juga? Sudah rajin salat, ngaji, dan beribadah, tapi hidup tetap susah. Buat apa salat? Buat apa ngaji kalau tidak bisa kaya?”

‎Tentunya kalimat semacam ini menggambarkan sebuah rasa kekecewaan dan kesalahpahaman sebagian manusia tentang tujuan hidup dan makna dari ibadah. Mereka mengukur nilai ibadah hanya dengan nilai duniawi. Padahal Islam telah menjelaskan bahwa kekayaan bukanlah tujuan utama kehidupan, melainkan sarana untuk beribadah kepada Allah.

‎”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”
‎(QS. Adz-Dzariyat: 56)

‎Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama manusia diciptakan bukanlah untuk mengejar kekayaan, jabatan, atau kenikmatan dunia semata, melainkan untuk beribadah kepada Allah. Imam Al Ghazali menjelaskan bahwa hakikat ibadah adalah mengarahkan seluruh hati kepada Allah dengan sepenuhnya, tunduk, dan ketaatan. Artinya, ibadah bukanlah transaksi untuk mendapatkan dunia, tetapi pertemuan seorang hamba dengan Rabb-nya.

‎Kekayaan hanyalah salah satu ujian yang Allah titipkan, ada orang yang Allah uji dengan kelapangan dan ada pula yang di uji dengan kesempitan, dan semua ini sama-sama ujian.

‎Kita bisa melihat dan membaca firman Allah pada ayat 155 surat Al-Baqarah:

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.

‎‎Ayat ini menegaskan bahwa kemiskinan bukanlah tanda Allah tidak sayang, begitu pula kekayaan bukan berarti Allah ridha. Keduanya hanyalah bentuk ujian hidup.
‎Oleh karena itu ibadah adalah solusi, bukan sebagai penghalang rezeki.

‎Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam mengatakan :
‎‎”Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya jalan keluar (dari segala masalah) dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”
‎(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

‎Hadis ini menegaskan bahwa ibadah, takwa, dan membangun kedekatan kepada Allah justru menjadi kunci utama datangnya rezeki. Rezeki bukan hanya berupa harta, tetapi juga kesehatan, ketenangan hati, keluarga yang baik, dan keberkahan dalam hidup.

‎Dan juga dikuatkan lagi di dalam (Qs : At Talaq ayat 2-3 ) bahwa ketakwaan adalah kunci pembuka segala pintu rezeki
‎‎
‎Agama Sebagai Solusi Kehidupan

‎Sudaraku…Islam bukan hanya mengajarkan ibadah ritual, tetapi juga memberikan solusi dalam menghadapi kesulitan hidup. Agama mengajarkan kesabaran, kerja keras, ikhtiar yang benar, serta tawakkal kepada Allah. Inilah fondasi utama yang membuat hidup menjadi tenang dan penuh keberkahan, meski tidak selalu bergelimang harta.

‎Allah berfirman:
‎‎”Barangsiapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik. Dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
‎(QS. An-Nahl: 97)

‎Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan yang baik tidak selalu identik dengan kekayaan. Hidup yang baik adalah hidup yang penuh keberkahan, ketenangan hati, dan kebahagiaan yang Allah limpahkan.

‎Saudaraku… ketika muncul sebuah pertanyaan “Buat apa salat? Buat apa ngaji kalau tidak bisa kaya?”, jawaban Islam sudah sangat jelas , bahwa ibadah bukanlah jalan menuju kekayaan dunia, tetapi jalan menuju keberkahan hidup dan kebahagiaan akhirat. Kekayaan hanyalah ujian, sementara ibadah adalah kebutuhan jiwa.

Agama adalah solusi dari setiap permasalahan, karena ia memberi arah, ketenangan, dan jawaban atas segala kebingungan hidup. Dengan ibadah, hati menjadi lapang, rezeki menjadi berkah, dan hidup memiliki tujuan yang sebenarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Search