Kadang kita berharap pasangan kita selalu bisa memahami, selalu bisa mengerti isi hati kita tanpa harus dijelaskan.
Tapi nyatanya, manusia tetap manusia. Ada kecewa, ada salah paham, ada luka yang mungkin tidak sengaja ditorehkan.
Dan saat terjadi, rasanya hati ingin menyerah.
Tapi di situlah Allah menguji, apakah kita mencintai karena-Nya, atau karena rasa nyaman semata.
Kalau cinta ini karena Allah, maka kecewa bukan alasan untuk pergi. Tapi alasan untuk bersujud dan meminta kekuatan kepada Allah.
Mungkin ini cara Allah menegur, agar cinta kita tidak hanya bertumpu pada manusia yang lemah, tapi kembali kepada-Nya, Sang Pemilik Hati.
Jadi, jangan lelah memperbaiki. Jangan malu untuk meminta maaf, dan jangan pernah berhenti mendoakan. Karena cinta yang tumbuh karena Allah, akan kuat melewati kecewa seberat apa pun.
Semoga bermanfaat.
