Ketika Manusia Berpaling dari Allah SWT

Ketika Manusia Berpaling dari Allah SWT
*) Oleh : Drs Muhammad Nashihudin MSI
Ketua Majelis Tabligh PDM Jakarta Timur
www.majelistabligh.id -

Manusia sebagai makhluk lemah seringkali berbuat khilaf dan salah. Dengan menjaga tauhid dan keyakinan akan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hubungan yang baik dan erat dengan Allah SWT akan menjadikan mereka hidup dalam bimbingan dan penyerahan total pada Sang Khaliq.

Sementara orang orang yang kufur dan lupa untuk bersyukur dan ingat Allah SWT akan membawa kehidupan yang hampa dan tidak terarah alias bingung dan semrawut.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِ نَّ لَـهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 124)

قَا لَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِيْۤ اَعْمٰى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيْرًا

“Dia berkata,
Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?“”
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 125)

قَا لَ كَذٰلِكَ اَتَـتْكَ اٰيٰتُنَا فَنَسِيْتَهَا ۚ وَكَذٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسٰى

“Dia (Allah) berfirman, “Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan.””
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 126)

Maka sudah seharusnya seorang muslim selalu dekat dan mendekati Allah SWT agar hidupnya tenang dan jauh dari fitnah dunia.

Mentadaburi ayat ayat berikut ini adalah sebuah keniscayaan agar selalu terhubung dengan Allah SWT dan  terciptalah kondisi yang baik dan tenang bahagia lahir dan batin.

1. Jangan pernah melupakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala

وَلَا تَكُوْنُوْا كَا لَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَ نْسٰٮهُمْ اَنْفُسَهُمْ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik.”
(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 19)

2. Ingat pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan tenang mendapatkan ridhoNya

فَا ذْكُرُوْنِيْۤ اَذْكُرْكُمْ وَا شْکُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ

Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 152)

3. Kitab Bulughul Maram tentang pentingnya dzikir pada Allah SWT, hadis ke-1300

وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَا قَعَدَ قَوْمٌ مَقْعَدًا لَمْ يَذْكُرُوا اَللَّهَ وَلَمْ يُصَلُّوا عَلَى اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم إِلَّا كَانَ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً يَوْمَ اَلْقِيَامَةِ ) أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَقَالَ حَسَنٌ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidaklah suatu kaum itu duduk di suatu tempat yang tidak digunakan untuk berdzikir kepada Allah dan membaca sholawat Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam kecuali mereka akan ditimpa penyesalan pada hari kiamat.” hadis hasan menurut riwayat Tirmidzi.

4. Kajian Tafsir Ibnu Katsir tentang orang orang yang tenang menjalani kehidupan.
Ar-Ra’d, ayat 27-29
{وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلا أُنزلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ قُلْ إِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ (27) الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ (28) الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ طُوبَى لَهُمْ وَحُسْنُ مَآبٍ (29) }

Orang-orang kafir berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (Mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah, “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada-Nya, ” (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.

 

Tinggalkan Balasan

Search