Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) resmi memiliki direktur baru untuk masa bakti 2025–2029.
Pelantikan dr. Asro Abdih, Sp.U sebagai direktur baru berlangsung khidmat di Gedung Serbaguna Masjid Assyifa RSML, pada Senin (2/6/2025), disaksikan jajaran pimpinan rumah sakit, tokoh Muhammadiyah, serta para tenaga kesehatan dan karyawan.
Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr. Mundakir menyampaikan apresiasi mendalam kepada direktur sebelumnya, dr. Hj. Umi Aliyah, M.Kes., atas pengabdian dan kontribusi luar biasa selama menjabat.
“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dr. Umi Aliyah yang telah menjalankan tugasnya sebagai direktur RSML dengan sangat baik. Banyak kemajuan yang sudah ditorehkan, mulai dari berdirinya Masjid Assyifa yang megah hingga perluasan lahan rumah sakit yang kini mencapai lebih dari 6 hektare, dari sebelumnya hanya sekitar 2 hektare,” ungkapnya kepada Majelistabligh.id, pada Selasa (3/6/2025).
Mundakir juga menyampaikan ucapan selamat kepada dr. Asro Abdih yang dipercaya menakhodai RSML lima tahun ke depan. Dia optimistis, di bawah kepemimpinan dr. Asro, RSML akan terus berkembang dan membawa pelayanan kesehatan ke tingkat yang lebih tinggi.
“Selamat kepada dr. Asro atas amanah baru yang diemban. Insyaallah, RSML akan semakin melejit dan berkembang pesat di bawah kepemimpinan beliau yang dikenal pintar, tegas, dan cepat dalam mengambil keputusan,” tegasnya.
Tak hanya itu, Mundakir juga menyampaikan tiga pesan penting terkait kepemimpinan yang diharapkannya bisa menjadi bekal dan pedoman dalam memimpin institusi kesehatan sebesar RSML.
Pertama, kepemimpinan adalah proses pendewasaan diri. Menurutnya, kepemimpinan bukan sekadar kemampuan mengarahkan atau memengaruhi orang lain.
“Lebih dari itu, pemimpin dituntut untuk matang secara emosional dan spiritual,” katanya.
Ia mencontohkan sosok Umar bin Khattab, sahabat Nabi Muhammad saw. yang dikenal keras sebelum menjadi pemimpin, namun berubah menjadi pribadi yang lembut dan bijaksana setelah menjabat sebagai amirul mukminin.
“Seorang pemimpin tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga harus mampu menggunakan kecerdasan emosional. Kepemimpinan adalah masalah pendewasaan diri,” tutur Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) itu.
Kedua, tegas itu perlu, tapi kebijaksanaan meninggikan derajat. Dalam pandangannya, tegas adalah karakter yang penting, namun kebijaksanaan adalah kualitas yang akan membuat seorang pemimpin dihormati dan ditaati.
Mundakir berpesan agar pemimpin menjadi sosok yang inspiratif, menenangkan, dan mampu merangkul seluruh elemen di dalam institusi.
“Jadilah pemimpin yang menginspirasi, menenangkan, dan bisa diikuti serta ditaati oleh karyawan tanpa harus mengancam. Karena pada dasarnya, kebijaksanaan lebih tinggi nilainya daripada kekerasan,” katanya.
Ketiga, jabatan adalah amanah, bukan hak milik. Mundakir mengingatkan bahwa jabatan bukan sesuatu yang patut dibanggakan atau dimiliki selamanya.
Jabatan, terangnya, adalah sarana untuk melayani, bukan untuk mendominasi. Seorang pemimpin sejati harus lebih mengutamakan fungsi dari posisinya dalam struktur organisasi.
“Jadikan jabatan sebagai wasilah untuk melayani, bukan untuk menguasai. Utamakan fungsi, bukan posisi,” tegasnya.
Pelantikan ini menandai babak baru dalam perjalanan RSML. Dengan rekam jejak kepemimpinan dr. Asro’ yang dinilai memiliki visi tajam dan langkah cepat, harapan besar mengiringi masa depan rumah sakit yang telah menjadi rujukan masyarakat Lamongan dan sekitarnya.
Suasana pelantikan berlangsung hangat dan penuh haru, sekaligus menjadi ajang refleksi tentang makna kepemimpinan dalam dunia kesehatan yang terus berkembang dan dinamis.
Semangat kolektif untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan pun mengemuka di antara para peserta yang hadir.
Dengan kepemimpinan baru yang diwarnai semangat pelayanan dan nilai-nilai Muhammadiyah, RSML diharapkan terus menjadi rumah sakit unggulan yang tidak hanya andal secara medis, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai spiritual dan sosial kemanusiaan. (wh)
