Ketua Muhammadiyah Jatim Prihatin Hilangnya Adab dalam Dunia Digital

Ketua Muhammadiyah Jatim Prihatin Hilangnya Adab dalam Dunia Digital
www.majelistabligh.id -

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM)  Jatim Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM merasa prihatin dengan perilaku masyarakat dalam dunia digital saat ini. Bahkan bisa dikatakan hilang adab. Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah dan Konsolidasi Organisasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Sabtu (29/11/2025)di Aula Mas Mansur, Gedung PWM Jatim, Jalan Kertomenanggal IV/1, Surabaya.

Dikatakannya, pada era kemudahan akses informasi saat ini, setiap orang begitu mudah mendapatkan beragam informasi yang terkadang langsung dibagikan ke orang lain tanpa terlebih dahulu memastikan kebenaran informasi yang dibagikan.

“Di antara teman-teman kita khususnya di grup WA, kalau nge-share sesuatu berita itu tanpa divalidasi atau tanpa diedit terlebih dahulu. Saya prihatin. Sehingga karena saya juga admin, maka seringkali informasi yang tidak benar saya hapus,” ujarnya.

Menurut Prof Sukadiono, hilangnya adab atau sopan santun dalam dunia digital ini terlihat pada share atau saat membagi informasi ada kalimat-kalimat yang tidak sopan. Dan ini penyakit kepribadian kalau tidak ditangani secara serius.

“Padahal dalam ajaran agama Islam kita sudah diajarkan untuk melakukan tabayyun untuk informasi yang masih belum jelas kebenarannya,” ungkapnya.

Selain prihatin hilangnya adab dalam dunia digital, Prof Suko  juga menyampaikan, kesuksesan yang besar pada gerakan Muhammadiyah dan Aisyah tidak cukup ditopang oleh kerja keras saja, tapi juga perlu ditopang kesabaran.

“Itu saya mengutip pesan Bapak Ketua Umum Muhammadiyah dalam acara konsolidasi organisasi di Jakarta beberapa waktu lalu,” urainya.

Dalam acara peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah kali ini, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si, memberikan keynote speech secara daring. Dalam sambutannya, Haedar mengingatkan semua pengurus, kader dan simpatisan Muhammadiyah di Jatim untuk selalu meningkatkan pengembangan diri dan juga melaksanakan semua kebijakan yang dikeluarkan oleh Muhammadiyah.

“Tantangan dakwah persyarikatan Muhammadiyah ke depan sangat dinamis. Diperlukan kepiawaian tersendiri untuk bisa menjalani agar Muhammadiyah tetap eksis dalam gerakan agama dan sosial,” katanya. (abdul wahab)

Tinggalkan Balasan

Search