Ketua PCM Mantup: Belajar Husnudzon dari Perjanjian Hudaibiyah

Ketua PCM Mantup: Belajar Husnudzon dari Perjanjian Hudaibiyah
www.majelistabligh.id -

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mantup Lamongan H. Ja’far Shodiq mengajak jemaah untuk mengambil pelajaran tentang pentingnya husnudzon melalui kisah Perjanjian Hudaibiyah. Pesan tersebut disampaikan dalam tausiyah pada kegiatan Safari Ramadan Kecamatan Mantup di Masjid At-Taqwa Muhammadiyah Dusun Kedungsumber, Desa Sumberdadi, Kamis (5/3/2026) malam.

Kegiatan Safari Ramadan tersebut dihadiri oleh Camat Mantup beserta jajaran Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang memadati masjid.

Dalam tausiyahnya, Ja’far Shodiq menjelaskan, Perjanjian Hudaibiyah merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang pada awalnya tampak merugikan kaum Muslimin. Salah satu isi perjanjian tersebut menyebutkan bahwa apabila ada orang Quraisy yang masuk Islam tanpa izin walinya kemudian pergi ke Madinah, maka ia harus dikembalikan ke Makkah. Sebaliknya, jika ada orang Muslim yang kembali ke Makkah, maka tidak dikembalikan ke Madinah.

Namun dalam perjalanan sejarah, perjanjian tersebut justru membawa dampak besar bagi perkembangan dakwah Islam.

Menurutnya, peristiwa tersebut mengajarkan umat Islam untuk selalu berhusnudzon terhadap berbagai ikhtiar, meskipun pada awalnya belum terlihat hasilnya secara langsung.

“Kadang sesuatu yang kita lihat hari ini belum tentu langsung terlihat manfaatnya, tetapi bisa jadi itu merupakan ikhtiar yang membawa kebaikan di masa yang akan datang,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan jemaah agar menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah serta menjaga keistiqamahan dalam menjalankan ajaran Islam.

“Jangan sampai ibadah kita hanya meningkat di bulan Ramadan saja, lalu setelah Idulfitri kembali seperti semula. Ramadan seharusnya menjadi latihan agar kita tetap istiqamah dalam beribadah,” pesannya.

Di akhir kegiatan, H. Ja’far Shodiq memimpin doa yang diikuti oleh seluruh jamaah yang hadir. Ia berharap semangat ibadah dan kebersamaan yang tumbuh selama Ramadan dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nilai-nilai keimanan tidak berhenti pada bulan suci semata, tetapi menjadi bagian dari kehidupan umat Islam sepanjang waktu. (as’ad fauzuddin khunaifi)

 

Tinggalkan Balasan

Search