”Sahur is not just about filling the body, but washing the mind so that worship becomes more meaningful”
“(Sahur bukan sekadar mengenyangkan raga, melainkan membasuh niat agar ibadah menjadi lebih bermakna)”
Sahur merupakan keberkahan yang dianugerahkan Allah Swt. bagi umat Islam. Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً
Artinya:
“Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari No. 1923 dan Muslim No. 1095)
Secara spiritual, sahur memperkukuh niat ibadah sekaligus mempersiapkan fisik untuk berpuasa. Allah Swt. berfirman:
وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلْأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ ۖ
Artinya:
“...dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar…” (Qs. Al-Baqarah: 187).
Melalui ayat ini, Allah memberikan keringanan serta panduan waktu agar hamba-Nya memiliki kesiapan stamina dalam menjalankan ibadah.
Oleh karena itu, sahur adalah wujud syukur. Jangan lewatkan momentum ini, meski hanya dengan seteguk air, demi meraih keberkahan-Nya.
Semoga bermanfaat.
