Keutamaan Sahur dan Berbuka Puasa, Panduan Meningkatkan Ibadah Ramadan

www.majelistabligh.id -

*)Oleh: Nurkhan
Kepala MI Muhammadiyah 2 Campurejo Panceng Gresik

 

Puasa merupakan salah satu ibadah yang memiliki banyak keutamaan dalam Islam. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, puasa juga mengajarkan umat Islam tentang kesabaran, ketakwaan, dan kepedulian terhadap sesama.

Dalam menjalankan puasa, terdapat dua amalan utama yang sangat dianjurkan, yaitu sahur dan berbuka. Kedua amalan ini bukan sekadar rutinitas makan dan minum, tetapi memiliki nilai ibadah yang besar. Mari kita bahas lebih dalam tentang keutamaan sahur dan berbuka puasa berdasarkan ajaran Islam, yang akan membantu kita lebih memahami dan mengamalkan sunnah ini dengan baik.

Keutamaan Makan Sahur

Mendapat Keberkahan dalam Hidup.  Rasulullah SAW menyebutkan bahwa makan sahur mengandung keberkahan. Keberkahan ini dapat berupa:

Kekuatan fisik dalam menjalani puasa, agar tidak mudah lemas atau kehilangan energi.
Keberkahan dalam waktu sahur, yang merupakan waktu mustajab untuk berdoa.
Keberkahan dalam bentuk pahala karena mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.
Sabda Rasulullah SAW:

Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.”
(HR. Bukhari No. 1923 dan Muslim No. 1095)

Sarana Mendapat Rahmat Allah dan Doa dari Malaikat

Makan sahur bukan hanya sekadar makan, tetapi juga bagian dari ibadah yang mendatangkan doa dari malaikat. Ini adalah salah satu keutamaan yang besar.

Rasulullah SAW bersabda:

Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur.
(HR. Ahmad No. 11003, dinilai hasan oleh Al-Albani)

Menguatkan Fisik dalam Berpuasa

Sahur memberikan cadangan energi untuk tubuh, sehingga kita tetap bertenaga saat menjalankan ibadah puasa. Secara medis, sahur juga membantu menjaga keseimbangan gula darah, mencegah dehidrasi, dan meningkatkan metabolisme tubuh.

Membedakan Puasa Umat Islam dengan Puasa Ahli Kitab

Salah satu alasan mengapa umat Islam dianjurkan makan sahur adalah untuk membedakan puasa kita dengan puasa yang dilakukan oleh Ahli Kitab.

Rasulullah SAW bersabda:

Perbedaan antara puasa kita dengan puasa Ahli Kitab adalah makan sahur.”
(HR. Muslim No. 1096)

Waktu Sahur adalah waktu Mustajab untuk Berdoa

Waktu sahur berada di penghujung malam yang merupakan waktu yang sangat baik untuk berdoa dan memohon ampunan. Firman Allah dalam Al-Qur’an:

Dan di waktu sahur, mereka memohon ampunan.
(QS. Adz-Dzariyat: 18)

Baca juga: Puasa, Iman, dan Amanah: Renungan Ramadan KH Nadjih Ihsan di Masjid Al Badar

Keutamaan Berbuka Puasa

Menyegerakan berbuka adalah sunnah yang dianjurkan. Rasulullah SAW sangat menganjurkan untuk menyegerakan berbuka. Menunda berbuka tidak dianjurkan, karena menyegerakan berbuka mendatangkan kebaikan.

Sabda Rasulullah SAW:

Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
(HR. Bukhari No. 1957 dan Muslim No. 1098)

Mengikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW dalam Berbuka dengan Kurma atau Air

Rasulullah SAW menyarankan untuk berbuka dengan kurma atau air. Kurma mengandung gula alami yang cepat diserap tubuh, sementara air membantu menghidrasi tubuh setelah seharian menahan haus.

Sabda Rasulullah SAW:

“Jika salah seorang di antara kalian berbuka, maka hendaklah ia berbuka dengan kurma, karena itu adalah keberkahan. Jika tidak ada, maka berbukalah dengan air karena itu adalah suci (mensucikan).
(HR. Abu Dawud No. 2355, Tirmidzi No. 695)

Doa Saat Berbuka Mustajab

Doa orang yang berpuasa saat berbuka tidak tertolak. Inilah salah satu waktu yang sangat berharga untuk memanjatkan doa kepada Allah.

Rasulullah SAW bersabda:

Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa saat berbuka ada doa yang tidak akan tertolak.”
(HR. Ibnu Majah No. 1753, dinilai hasan oleh Al-Albani)

Doa yang dianjurkan saat berbuka adalah:

“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
(HR. Abu Dawud No. 2358)

Mendapatkan Kebahagiaan di Dunia dan Akhirat,  Rasulullah SAW bersabda:

Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.”
(HR. Bukhari No. 1904 dan Muslim No. 1151)

Kebahagiaan dunia: Ketika berbuka, tubuh mendapatkan energi kembali dan rasa syukur meningkat.
Kebahagiaan akhirat: Ketika bertemu Allah dengan pahala puasa yang besar.

Berbuka puasa sering menjadi momen silaturahmi, baik di keluarga, masjid, atau bersama teman. Selain itu, Islam juga menganjurkan untuk memberi makan orang yang berbuka, karena pahalanya sama dengan pahala orang yang berpuasa.

Rasulullah SAW bersabda:

Barang siapa memberi makan orang yang berbuka, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun.
(HR. Tirmidzi No. 807, Ibnu Majah No. 1746)

Sahur dan berbuka puasa bukan sekadar aktivitas makan dan minum, tetapi memiliki nilai ibadah yang besar. Sahur membawa keberkahan, mendapatkan doa dari malaikat, dan merupakan waktu mustajab untuk berdoa.

Sementara itu, berbuka puasa adalah saat yang penuh kebahagiaan, doa yang mustajab, serta kesempatan untuk berbagi dengan sesama.

Oleh karena itu, kita hendaknya menjalankan keduanya dengan niat ikhlas dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW agar ibadah kita semakin sempurna dan mendatangkan kebaikan di dunia dan akhirat. (*)

Tinggalkan Balasan

Search