Khutbah Jumat: Pentingnya Menjauhi Sifat Dengki dan Iri Hati

Khutbah Jumat: Pentingnya Menjauhi Sifat Dengki dan Iri Hati
*) Oleh : Agus Priyadi, S.Pd.I
Anggota Majelis Tabligh dan KMM PDM Banjarnegara.
www.majelistabligh.id -

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ اَتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى؛ فَإِنَّ مَنِ اتَّقَى اللهَ وَقَاهُ، وَأَرْشَدَهُ إِلَى خَيْرِ أُمُوْرِ دِيْنِهِ وَدُنْيَاهُ

Jemaah Jum`ah Rahimakumullah

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya sehingga pada kesempatan yang berbahagia ini kita dapat berkumpul dalam rangka menunaikan Salat Jumat berjamaah. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Agung Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan para pengikutnya.

Pada kesempatan yang baik ini pula, marilah kita tingkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa, yakni menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

 Jemaah Jumah Rahimakumullah

Pada kesempatan ini, kami selaku khatib mengajak kepada jemaah sekalian untuk merenungi satu penyakit hati yang sangat berbahaya, yang jika dibiarkan akan merusak amal ibadah dan memutus tali persaudaraan. Terlebih kita masih berada dalam bulan Syawal, yakni bulan peningkatan amal kebaikan. Ketahuilah, penyakit tersebut adalah dengki (hasad) dan iri hati.

 Jemaah Jumah Rahimakumullah

Dengki atau hasad adalah perasaan tidak senang ketika melihat orang lain mendapatkan nikmat, dan disertai keinginan agar nikmat tersebut hilang dari orang tersebut. Ini adalah dosa pertama yang dilakukan di langit oleh Iblis kepada Nabi Adam AS, dan dosa pertama yang dilakukan di bumi oleh Qabil kepada Habil. Terkait dengan ini, Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an:

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ

Artinya: “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain.” (QS. An-Nisa: 32).

Di zaman materialis seperti sekarang ini, banyak orang yang silau dengan keberhasilan orang lain. Celakanya, penilaian tersebut tidak dilandasi dengan hati yang bersih dan prasangka yang baik. Namun justru sebaliknya, penuh curiga dan iri hati. Bagi orang yang memiliki cara pandang seperti ini tanpa disadari, ia sedang dalam jebakan syetan.

Pertanyaannya adalah mengapa kita harus menjauhi dengki? Seberapa jauh bahayanya? Untuk menjawab pertanyaan ini, berikut kami paparkan berdasarkan al quran dan hadis.

Pertama, dengki memakan amal kebaikan. Sifat dengki ibarat api yang membakar kayu bakar. Kebaikan yang kita bangun dengan shalat, puasa, dan zakat bisa hangus seketika karena hati yang kotor. Rasulullah SAW menyatakan dalam sabdanya:

إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ، فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

Artinya: “Jauhilah olehmu sifat dengki, karena sesungguhnya dengki itu memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Daud).

Kedua, dengki adalah bentuk “protes” kepada takdir Allah SWT. Orang yang dengki seolah-olah tidak ridha dengan pembagian rezeki yang telah ditetapkan Allah. Padahal, setiap manusia sudah diatur porsinya masing-masing oleh Sang Maha Pencipta.

Ketiga, merusak kedamaian hati. Orang yang dengki dan iri hati tidak akan pernah merasa tenang. Ia akan selalu merasa tersiksa setiap kali melihat orang lain bahagia. Hidupnya habis untuk memantau keberhasilan orang lain ketimbang memperbaiki diri sendiri.

Jemaah Jumah Rahimakumullah

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat kita pahami bahwa dengki/hasad dan iri hati adalah penyakit hati yang sangat berbahaya serta merugikan bagi pelakunya maupun orang lain. Oleh karenanya, kita sebagai orang Islam, sudah sepatutnya menjauhi sifat madzmumah tersebut.

Lantas, bagaimana cara kita mengobatinya bila terjangkiti penyakit dengki dan iri hati?

Pertama: Sadarilah bahwa semua nikmat berasal dari Allah.

Kedua: Perbanyaklah rasa syukur atas apa yang kita miliki sekecil apa pun itu.

Ketiga: Biasakan mendoakan kebaikan bagi orang lain. Jika melihat teman atau tetangga sukses, ucapkanlah “Barakallahu lak” (Semoga Allah memberkahimu).

Jemaah Jumah Rahimakumullah

Demikian khutbah ini kami sampaikan, semoga Allah membersihkan hati kita dari segala kotoran dengki/hasad dan iri hati, sehingga kita bisa menghadap-Nya dengan qalbun salim (hati yang selamat).

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْن.

Jamaah Jumah Rahimakumullah

Sebagai penutup, marilah kita ingat pesan Rasulullah SAW untuk senantiasa menjaga persaudaraan dan menjauhi permusuhan yang bersumber dari hati:

لَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَنَاجَشُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَدَابَرُوا… وَكُونُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا

Artinya: “Janganlah kalian saling mendengki, jangan saling menipu, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi… dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muslim).

Maka, marilah kita berdoa kepada Allah agar hati kita dipenuhi dengan cahaya iman dan kasih sayang.

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

 

Tinggalkan Balasan

Search