Kultum di PP Muhammadiyah, Kapolri Tegaskan Lawan Narkoba dan Hoaks

Kultum di PP Muhammadiyah, Kapolri Tegaskan Lawan Narkoba dan Hoaks
www.majelistabligh.id -

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, ulama, dan masyarakat untuk memperkuat kedaulatan bangsa menjelang cita-cita Indonesia Emas 2045. Penegasan tersebut disampaikan dalam kultum usai salat Zuhur berjamaah di Masjid At-Tanwir, Kompleks Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (28/7/2026).

Dalam kunjungannya tersebut, Kapolri mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam menangkal bahaya narkoba, merawat persatuan, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PP Muhammadiyah atas kemitraan erat yang telah terjalin dengan Polri dari tingkat Mabes hingga Polsek. “Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dukungan merajut kamtibmas selama ini. Mari kita lanjutkan,” ujar Suyudi.

Waspadai Perpecahan di Ruang Digital

Selain persoalan keamanan fisik, Kapolri menyoroti maraknya penyebaran hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian di ruang digital yang berpotensi memecah belah bangsa. Ia mengajak para tokoh agama dan masyarakat untuk membina komunikasi yang santun serta mengedukasi warga agar lebih bijak bermedia sosial.

“Dulu istilahnya mulutmu harimaumu, sekarang jarimu juga bisa menjadi harimaumu,” tuturnya mengingatkan pentingnya verifikasi informasi sebelum disebarkan.

Di sisi lain, Suyudi menekankan bahwa penyalahgunaan narkotika dan minuman keras merupakan akar pemicu berbagai kejahatan jalanan, mulai dari tawuran, perampokan, hingga pembunuhan.

Ia meminta masyarakat tidak ragu melaporkan peredaran gelap narkoba maupun pihak-pihak yang membentenginya. Kepolisian, tegasnya, siap menindak tegas siapa saja yang terlibat tanpa pandang bulu, termasuk oknum anggota Polri.

“Jika ada informasi, jangan pernah berkecil hati atau ragu. Laporkan dan adukan,” tegas Kapolri.

Mengakhiri kultumnya, Kapolri mengajak Muhammadiyah untuk terus menggemakan semangat amar makruf nahi munkar melalui sinergi Polri, ulama, umara, dan masyarakat demi menyelamatkan generasi mendatang.

Sinergi ini dinilainya sebagai kunci utama keberhasilan bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Jika kita memberantasnya bersama-sama tanpa pandang bulu, yakinlah Indonesia Emas 2045 akan terwujud. Namun jika kita tidak bersatu padu, Indonesia justru akan cemas. Kita mau pilih mana, Indonesia Emas atau Cemas?” pungkasnya. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search