Kultum Ramadan di Masjid Ad Da’wah, Elviandri Tekankan Dimensi Spiritual Puasa

Kultum Ramadan di Masjid Ad Da’wah, Elviandri Tekankan Dimensi Spiritual Puasa
www.majelistabligh.id -

Ramadan bukan hanya ritual tahunan, tetapi momentum pendidikan ilahiah yang membentuk karakter manusia secara utuh. Pesan itu disampaikan Assoc. Prof. Dr. Elviandri, S.HI., M.Hum, dosen Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), dalam kultum Ramadan di Masjid Ad Da’wah, Pusat Dakwah Muhammadiyah Kaltim, Jalan K.H. Siradj Salman, Samarinda, Sabtu (28/2/2026).

Kultum disampaikan seusai salat Isya dan sebelum pelaksanaan salat Tarawih, di hadapan jamaah yang memadati masjid. Dalam penyampaiannya, Elviandri mengajak umat Islam mensyukuri kesempatan berpuasa sebagai panggilan langsung dari Allah SWT.

“Bersyukur karena dipanggil Allah SWT untuk ikut berpuasa dan itu adalah bagian nikmat dari Allah SWT,” ujarnya.

Menurutnya, tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk bertemu Ramadhan. Karena itu, kehadiran bulan suci harus disambut dengan kesadaran spiritual dan kesiapan memperbaiki diri.

Ia menjelaskan, Ramadhan memiliki beberapa sebutan yang mencerminkan kemuliaannya. “Bulan Ramadhan disebut juga dengan bulan Mubarok, bulan Al Karim, dan bulan tarbiyah, bulan sekolah atau madrasah ilahiyah,” ungkapnya.

Sebagai bulan tarbiyah, lanjutnya, Ramadhan adalah ruang pembelajaran intensif yang membentuk manusia dalam tiga dimensi utama. Pertama, transendental, yakni peningkatan keimanan dan hubungan vertikal dengan Allah SWT. Kedua, humanisasi, yaitu penguatan nilai kemanusiaan, empati, dan solidaritas sosial. Ketiga, liberasi, yaitu pembebasan diri dari sifat-sifat hewani dan nafsu jahat.

“Dengan ibadah puasa akan terbentuk transendental meningkatkan keimanan, humanisasi, dan liberasi membebaskan kita dari sifat hewani nafsu jahat,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika ketiga dimensi tersebut benar-benar diinternalisasi, maka puasa tidak berhenti sebagai ritual, tetapi menjadi gerakan perubahan diri dan sosial. Ramadhan, katanya, adalah proses revolusi spiritual yang berimplikasi pada kehidupan nyata.

Jamaah terlihat menyimak dengan khidmat. Suasana hangat dan penuh refleksi menyertai penyampaian materi kultum yang singkat namun sarat makna tersebut.

Melalui kultum ini, diharapkan umat Islam mampu menjadikan Ramadhan sebagai momentum perbaikan diri yang berkelanjutan, tidak hanya selama sebulan, tetapi sepanjang kehidupan.(Ay.1)

 

Tinggalkan Balasan

Search