Kegiatan salat tarawih dan kuliah tujuh menit (kultum) digelar di Masjid Mujahiddin, PRM Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Ahad (1/3/2026). Tradisi ibadah malam yang telah berlangsung sejak dekade 1990-an itu kembali menghadirkan suasana religius yang khidmat dan penuh antusiasme jamaah.
Kultum malam ke-12 ini disampaikan oleh Sekretaris PWM Kalimantan Timur, Ir. H. Amir Hady. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk bersyukur karena masih diberi kesempatan berjumpa dengan bulan suci.
“Kita semua mesti bersyukur, karena masih diberi kesempatan bertemu dengan bulan Ramadan 1447 H, sehingga bisa beribadah qiyamu Ramadan dengan keimanan dan keikhlasan, maka akan diampuni dosa oleh Allah SWT,” ujarnya di hadapan jamaah.
Menurutnya, Ramadan adalah momentum pendidikan spiritual yang tidak boleh berlalu tanpa bekas. Ia mengingatkan bahwa kualitas ibadah selama Ramadan seharusnya menjadi pijakan untuk meningkatkan konsistensi setelah Ramadan usai.
Amir Hady menegaskan, semangat beribadah yang memuncak selama bulan puasa tidak boleh berhenti saat takbir Idul Fitri berkumandang. Ia menilai fenomena menurunnya jumlah jamaah setelah Ramadan sebagai bahan muhasabah bersama.
“Bahwa semangat yang tinggi para jamaah dalam beribadah di bulan Ramadan mesti dipertahankan di luar Ramadan nanti, sebab Allah yang disembah pada bulan Ramadan adalah Allah yang sama di luar Ramadan,” tegasnya.
Ia menambahkan, perbedaan perlakuan dalam beribadah antara Ramadan dan bulan lainnya menjadi refleksi penting bagi umat Islam.
“Inilah yang harus menjadi muhasabah kita semua, kenapa pada saat malam satu Syawal, semangat berjamaah di masjid langsung menjadi ‘hilang’ seperti pergi entah ke mana, padahal, sekali lagi bahwa Allah yang disembah pada bulan ramadhan adalah Allah yang sama di luar ramadhan nanti” katanya.
Sekretaris PWM Kaltim, Ir. H. Amir Hady, juga menyampaikan bahwa berdasarkan Maklumat Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I/1/E/2026, akan terjadi gerhana bulan total pada Rabu, 3 Maret 2026 M.
“Bagian akhir saya menyampaikan bahwa sesuai maklumat Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, maka kita dihimbau untuk menyelenggarakan salat khusuf atau salat gerhana bulan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salat gerhana merupakan bentuk respons spiritual umat Islam terhadap tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta.
Kegiatan tarawih dan kultum di Masjid Mujahiddin sendiri berlangsung rutin setiap malam selama Ramadan. Jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, tampak memenuhi saf-saf salat dengan penuh kekhusyukan.
Bagi warga Sidomulyo, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga ruang silaturahmi dan penguatan nilai-nilai keislaman yang telah dijaga turun-temurun.
Melalui momentum Ramadan ini, diharapkan kesadaran kolektif untuk menjaga kualitas ibadah tidak berhenti pada suasana musiman, melainkan menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.(ay.1)
