Kunci Ekonomi Al Ma’un Muhammadiyah adalah Social Enterprise

www.majelistabligh.id -

Arah ekonomi dalam bingkai semangat Al Ma’un menurut Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy adalah social enterprise. Hal itu disampaikan Muhadjir pada Senin (11/8/2025) dalam Simposium Al Ma’un “Praksis Al Ma’un dalam Sistem Ekonomi Nasional” yang digelar di SM Tower Yogyakarta.

“Ke mana arah ekonomi Al Ma’un yang dibawa oleh Muhammadiyah?, menurut saya adalah social enterprise. Social enterprise itulah kata kunci ekonomi Al Ma’un Muhammadiyah,” kata Muhadjir Effendy.

Menurut Muhadjir, kata kunci itu muncul lantaran Muhammadiyah memiliki wajah sosial, sekaligus berwajah ekonomi. Sebab kedua wajah itu yang mampu membawa Muhammadiyah menjadi organisasi yang luwes, berdaya saing, berperan, dan mandiri.

Muhadjir menekankan bahwa Muhammadiyah saat ini tidak bisa lagi seperti yang dulu, di mana gerak dakwahnya disokong oleh para saudagar. Oleh karena itu, saat ini Muhammadiyah didorong untuk berkemampuan sehingga mampu menopang gerak dakwahnya sendiri.

Selain Kiai Ahmad Dahlan yang menyokong dakwah Muhammadiyah, juga ada beberapa tokoh lain seperti Suryo Sugito yang merupakan bendahara Kiai Dahlan, Abdul Hamid pengusaha bioskop di Jogja, dan tokoh-tokoh lainnya.

“Jadi kita sudah tidak bisa lagi sekarang untuk mengandalkan orang-orang berpunya ini mendukung Muhammadiyah. Jadi Muhammadiyah harus jadi kaya sendiri, tidak perlu mengandalkan orang kaya mendukung Muhammadiyah,” katanya.

Namun demikian, Muhammadiyah juga tidak boleh menutup diri atas kolaborasi dan kerja sama dengan pihak lain. Dengan social enterprise diharapkan menjadi jalan Muhammadiyah untuk berdaya dan mampu membiayai setiap gerakannya.

Langkah ini sesuai dengan tafsir Islam Berkemajuan yang dijelaskan oleh Pak AR Fachruddin. Mengutip Pak AR menyebut Islam Berkemajuan itu adalah Islam yang tidak ndremis suka meminta, melainkan yang nyah-nyoh atau suka memberi.

“Kita ingin menjadikan Muhammadiyah yang gagah ke depan, menurut saya harus membikin Muhammadiyah ini yang kaya,” katanya.

Oleh karena itu, Muhadjir mendorong supaya lebih banyak lahir kader yang memiliki semangat social enterprise yang memiliki semangat berwirausaha, yang tidak hanya untuk memperkaya dirinya sendiri, namun juga berdampak positif ke yang lain.

Sementara itu, Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) PP Muhammadiyah, Arif Budimanta, menyampaikan bahwa simposium ini membahas perspektif Al Ma’un dalam kebijakan ekonomi dan implementasinya.

Muhammadiyah, lanjut Arif, diharapkan tidak hanya menyejahterakan umat melalui Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), tetapi juga memberi kerangka berpikir untuk sistem ekonomi nasional.

“Semangat Al Ma’un memiliki irisan kuat dengan peraturan perundangan di Indonesia terkait ekonomi,” ujarnya.

Simposium ini diikuti sekitar 50 peserta dari kalangan akademisi AUM maupun eksternal, perwakilan majelis, lembaga, serta praktisi ekonomi yang berafiliasi dengan Muhammadiyah. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search